Pemda Pesawaran Adakan Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM.

Pesawaran,- (BN.Net) Demi mensejahterakan masyarakat sekitar, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran adakan pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM di AULA Pemda Kabupaten Pesawaran, Rabu (17/3/2021)

Bupati Pesawaran H. Dendi Ramdhona untuk mengoptimalkan daya saing dan daya jual produk UMKM yang jadi potensi di desanya agar bisa meluas marketnya serta masuk di pasar retail modern dan Go Digital. Beliau perintahkan Kadis Perindag Kabupaten Pesawaran, Sam Herman, Kadis Koperasi dan UMKM, Sri Haryati, Kaban DPMPTSP dan Kabag Perekonomian, Merni Litayanti untuk mengadakan pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM.

Kemudian para stakeholder kerjasama kemitraan dengan Idomaret sebagai sparing partner dalam memberikan pelatihan dan edukasi kepada Koperasi Produksi dan UMKM agar produk UMKM bisa masuk pasar retail modern dan Go Digital.

Selanjut OPD terkait bersama Indomaret melaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM di Aula Pemda Pesawaran. Yang di ikuti kurang lebih 50 UMKM Se-kabupaten Pesawaran termasuk Produk Coklat brand KAHUT produksi mini pabrik pengolahan coklat Andan jejama yang di kelola oleh Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA) PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama – BUMD pesawaran.

Dan Dirut BUMD Pesawaran Ahmad Muslimin, SE mengutus Asisten Manager Bisnis dan perencanaan Welly alzaben untuk turut serta dalam kegiatan pelatihan kewirausahaan mandiri UMKM.

Kadis Perindag juga mendatangkan produk coklat dari Desa yang telah ada Hilirisasi Industri pengolahan coklat yakni serbuk coklat siap seduh dengan merek dagang manja. Dan Kadis Koperasi dan UMKM menghadirkan produk UMKM yang memproduksi aneka pangan dan minuman. Dan di hadirkan juga pengrajin kripik; kulit pisang dan usus.

Pada kegiatan tahap awal ini di fokuskan memberikan pelatihan dan edukasi kepada UMKM.

BACA JUGA:  Kategori Pratama, Kabupaten Lampung Utara Meraih Penghargaan APE.

“Berkat dukung dan support Bapak Bupati H. Dendi Ramadhona., Indomaret investasi kepada UMKM dengan memberikan BARCODE pada produk UMKM yang sudah memiliki PIRT dan Logo Halal. Barcode produk jika di buat sendiri oleh UMKM ke GIS maka biayanya bisa jutaan,” katanya.

Produk UMKM yang telah memiliki PIRT dan Logo Halal bisa masuk ke Indomaret di seluruh Indonesia dengan pembayaran cash tempo, yakni laku tidak laku tetap di bayar oleh Idomaret secara keseluruhan. Dalam pelatihan juga di jelaskan bahwa kemasan produk UMKM akan sangat baik jika di cantumkan tentang; komposisi, netto dan masa kadaluarsa. Pancakes (A. Gani)