Kepala Sekolah SDN 1 Sri Budaya Diduga “Bersih-Bersih”.

949

Lampung Tengah,- (BN.Net) Setelah sempat diberitakan dan viral di beberapa media online beberapa waktu lalu, terkait dugaan penggelapan dana program Indonesia pintar (PIP) tahun 2020 – 2021, ER selaku Oknum Kepala SDN 1 Sri Budaya, kecamatan Way Seputih, kabupaten Lampung Tengah diduga “Bersih-Bersih”.

Bagaimana tidak dikatakan bersih-bersih, ER yang sebelumnya mengakui telah menggelapkan dana PIP sebanyak 50 siswa sejak tahun 2020, kini pihaknya mencoba mengelak dengan dalih pandemi covid-19 dan seakan telah merapatkan langkah dan sistem seperti apa agar tidak terjadi kerumunan dan telah merealisasikan pembagian Dana tersebut pada 14 juli 2021.

Hal ini terungkap setelah beredarnya berita dibeberapa media online dengan judul “Terapkan Koordinasi Lintas Forkopimcam, Kepsek SDN 1 Sri Budaya Bagikan Bantuan PIP Sesuai Prokes” yang diunggah pada jumat (16/07/2021). Hal tersebut dipastikan pihak sekolah (ER) menutupi dan menyangkal dari semua dugaan penggelapan dana PIP yang dilakukan Dirinya selama ini alias “Bersih-Bersih”.

Untuk diketahui, pada hari Jum’at tanggal 08 juli 2021 Tim Wartawan media ini mendapat laporan dari belasan Walimurid SDN 1 Sri Budaya dan mendapatkan pernyataan tertulis dari belasan walimurid penerima PIP tersebut.

Kemudian pada hari berikutnya Sabtu, (09/07/2021) Tim mengkonfirmasi untuk klarifikasi ke pihak sekolah melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp (WA) ke nomor pribadi ER (+62 813 6968 5xxx) dan yang bersangkutan (Kepala SDN 1 Sri Budaya) mencoba menyuap Tim Wartawan dengan meminta nomor rekening dan akan mentransfer sejumlah uang, serta meminta tolong bertemu dahulu dihari esoknya (10/07/2021).
Dengan beredarnya pemberitaan tersebut pada minggu malam 20.00 Wib (10/07/2021), ER langsung menelpon salah satu dewan guru dan meminta untuk mengumpulkan seluruh Walimurid penerima PIP pada hari senin tanggal 11 Juli 2021, namun baru terealisasi dan berkumpul pada hari selasa tanggal 12 Juli 2021.

BACA JUGA:  Wagub Chusnunia Buka Workshop Pengembangan Kompetensi Aparatur.

“Buk Erlena minta kumpulkan Walimurid hari ini, tapi Aku tidak bisa karena tidak ada yang berangkat (Bos ke ngomong kon ngumpul dino iki ngono, tapi rak sido gak enek sing mangkat), buk Erlena menyampaikan ke dewan guru hari ini, tapi sudah dibatali, tidak mau, besok (senin 11/07/2021) harus hadirnya (Buk Erlena ngomong kambek neng opo, neng guru kon ngumpulne dino iki, tapi dibatali ndak sido, sesuk arep mangkate),” ujar salah satu Narasumber dalam sambungan telepon kepada Wartawan media ini. (Rls/Tim)