FKPK, Anggaran Rehabilitasi BBI Tubaba Dinilai Mubazir.

267

Tulang Bawang Barat,- (BN.Net) Ratusan Juta Rupiah Anggaran yang di pusatkan untuk belanja Rehabilitasi Balai Benih Ikan(BBI) di Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Tahun 2021 di Nilai Mubasir.

Pasalnya, Anggaran yang di pusatkan untuk Rehabilitasi BBI sebagaimana dimaksud, akan tetapi azas manfaat dari kegiatan pembangunan tersebut tidak jelas adanya di karenakan fungsi dari bangunan tersebut tidak di manfaatkan Sebagaimana mestinya, sehingga Rehabilitasi terkesan Sia-sia.apa lagi pembangunan Ter sebut di keluh kan masarakat setempat.

Wahidin selaku warga TuBaBa,sekaligus pendiri Forum Komunikasi Pemberantasan Korupsi (FKPK) Menilai, bahwa Anggaran yang dikucurkan tersebut kurang tepat sasaran di karenakan Rehabilitasi kolam sebagaimana di maksud Tidak pernah terpakai maupun di manfaatkan.

Bahkan menurut Wahidin, Anggaran Rehabilitasi BBI tersebut terkesan Pemborosan Anggaran, dikarenakan ruang lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud hanya seputar penambalan dan pengecatan.

“Keluhan masarakat di Pekerjaan BBI senilai 186 juta yang hanya menambal sulam.memoles dan mengecat saja,tidak akan bertahan lama bangun itu”ungkapnya Jumat 28/01/2022.

Dirinya,juga menjelaskan bahwasannya fungsi dari Balai Benih Ikan ialah dimana lokasi tersebut di jadikan sebagai tempat pemijahan benih-benih Ikan,sehingga dapat dimanfaatkan dalam program-program kerja yang bersinggungan dengan bibit ikan oleh instansi.yang akan berdampak kepada para petani ikan khususnya di TuBaBa.

“Bila BBI itu tidak ada bibit ikannya itu bagaimana,yang namanya BBI itu harus ada bibit ikan,BBI itu kan tempat penetasan bibit ikan oleh pihak perikanan”jelasnya.

Wahidin juga meminta agar para pihak yang punya kewenangan dalam hal pekerjaan rehabilitasi dan pihak Pengawas Internal Pemerintah atau Inspektorat agar dapat segera mungkin mengkroscek kebenaran keadaan dilapangan

“Saya meminta kepada SKPD Perikanan dan pihak inspektorat agar turun kelapangan melihat pekerjaan itu yang mana sudah di beritakan oleh rekan-rekan media”tutupnya.

BACA JUGA:  Arinal Buka Acara Sosialisasi Pemahaman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi di Instansi Pemerintah.

Diberitakan sebelumnyaAnggran Rehabilitas tempat Balai Benih ikan (BBI) kelurahan mulya Asri kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Tahun Anggaran 2021 milik Dinas Perikanan Kabupaten Tulang Bawang Barat Terindikasi di Mark-Up.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangaan proyek yang dikerjakan pihak ketiga rekanan CV kurnia perdana yang menelan Anggaran bersumber dari Anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) tahun 2021 sebesar Rp,186.86.000,- ditemukan sudah mengalami kerusakan retak dibeberapa titik lokasi bangunan.

Menurut warga sekitar menyatakan bahwa dalam pekerjaan rehabilitas BBI yang dikerjakan oleh tenaga pekerja beberapa waktu lalu itu hanya penambalan di beberapa titik bangunan

” kami lihat kolam itu sebelum dikerjakan dikuras terlebih dahulu kemudian pembenahan dibeberapa titik yang bocor ditambal, kemudian baru pengecatan di beberapa kotak kolam saja ,” waktu itu ada pelang proyeknya kami lihat Anggarannya cukup besar lebih seratus lima puluh juta mas,jelas warga sekitar.

Di konfirmasi melalui sambungan telpon selulernya kepala Bidang (kabid) bidang Budidaya ikan pada Dinas perikanan Tubaba Jati satio Utomo menyatakan, pekerjaan tersebut sudah selesai dan sudah Penyerahan Provisional Hand Over(PHO).

“Iya mas,proyek itu udah selesai alhamdulilah sudah PHO” yang mengerjakan kegiatan rehabilitas BBI itu rekanan CV kurnia perdana,anggaranya 186 juta kurang lebih,” jika sudah mengalami kerusakan nanti kita cek ke lapangan,” ungkapnya.

Jati satio Utomo juga mengakui bahwa dirinya, terlibat dalam pengerjaan rehabilitas Proyek BBI keluarah mulya asri sebagai Pejabat pembuat komitmen (PPK)
Ironisnya saat disinggung terkait kerusakan pada proyek itu pihaknya beralasan baru mengetahui adanya keretakan pada proyek tersebut

“Kita baru mengetahui kalau ada yang mulai rusak dan retak saya lagi mengikuti musrenbang tingkat kecamatan di seberang way kenanga coba hubungin aja pak seketaris dinas perikanan,” elaknya.

BACA JUGA:  Tingkatkan sinergitas, Ketua DPRD kunjungi Polda lampung

Saat di singgung mengenai Anggaran yang cukup besar pantasti dalam rehabilitas BBI yang terindikasi dikerjakan secara asal-asalan,” jati satio utomo beralasan bahwa pihaknya justru sangat merasa bersyukur jika proyek itu sudah mengalami kerusakan di beberapa titik.

” Alhamdulilah mas, kalau sudah menunjukan kerusakan pada
proyek itu Sudah retak di beberapa titik,” katanya. (Tim)