Meningkatkan kemampuan menulis Recount Text dengan menggunakan strategi pembelajaran cooperative learning

Foto M. Ridho Ari Wibowo, S. Pd. Saat Mengajar Di SMA LKMD Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung

Penulis : M. Ridho Ari Wibowo, S. Pd.
Lokasi : SMA LKMD Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.
Lingkup Pendidikan : SMA/SMK/MA

Tujuan yang ingin dicapai 

Meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas Sepuluh (X) Sekolah Menengah Atas (SMA) pada mata pelajaran bahasa inggris dalam materi recount text melalui penggunaan strategi cooperative learning dan metode pembelajaran Project Based Learning.

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah:

  • Peserta didik tidak tertarik terhadap pelajaran Bahasa Inggris karena menganggap Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit.
  • Kemampuan peserta didik yang kurang baik dalam menulis teks recount.
  • Guru masih monoton dalam kegiatan pembelajaran dan masih tepusat pada guru.
  • Media pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik.
  • Sumber belajar yang digunakan belum bervariasi dan masih terpaku pada buku teks pelajaran.
  • Guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif.
  • Guru tidak menggunakan kegiatan yang bersifat interaktif dan kolaboratif dalam pembelajaran.

Alasan Praktik ini penting untuk dibagikan
Menurut penulis, praktik pembelajaran ini perlu dibagikan ke rekan-rekan pendidik lainnya yang kemungkinan mengalami permasalahan yang sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang salah satunya mengharuskan peserta didik mampu merancang dan menulis teks recount dengan tujuan untuk dapat dijadikan sebagai referensi dalam menentukan solusi terkait permasalahan yang dialami.

Penulis berperan sebagai pendidik memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar dengan cara menerapkan model pembelajaran project based learning sehingga meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks recount dan hasil belajar peserta didik meningkat sesuai dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan.

Praktik ini juga perlu dibagikan agar guru mengetahui strategi pembelajaran yang terbaik dan media yang tepat untuk melakukan aktivitas pembelajaran di kelas bersama siswa, selain itu permasalahan ini juga tentunya dialami oleh banyak guru lainnya, sehingga dengan sudah dilaksanakannya praktik ini diharapkan dapat memotivasi dan menjadi contoh bagi rekan guru yang lain untuk kemajuan pelaksanaan pembelajaran disekolah lain.

Disamping itu masih ada beberapa guru yang mengalami kesulitan seperti penuulis dalam meningkatkan motivasi peserta didik dalam menulis dalam bahasa Inggris, sehingga selain dapat memotivasi diri sendiri juga dapat menjadi referensi bagi rekan-rekan guru lain.

Kelebihan-kelebihan dalam model pembelajaran cooperative learning, diantaranya sebagai berikut :

  • Peserta didik dapat bekerjasama, saling menghargai pendapat orang lain, berfikir kritis dan disiplin.
  • Peserta didik lebih kreatif dan antusias dalam melakukan demonstrasi secara langsung dalam hal ini menceritakan pengalaman peserta didik dalam menonotn sebuah pertandingan olahraga.
  • Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi.
  • Membantu keterkaitan hidup di luar sekolah, memperhatikan dunia nyata, dan mengembangkan keterampilan nyata.
BACA JUGA:  Kejati Lampung Bongkar Dugaan Tipikor PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung

Peran dan tanggungjawab penulis dalam Praktik pembelajaran ini adalah :

Peran dan tanggung jawab penulis sebagai guru dalam praktik ini adalah menyusun perangkat pembelajaran, menyediakan media seperti Powerpoint dan video, mengkondisikan kelas dan menyiapkan alat yang dibutuhkan seperti laptop, layar proyektor, audio speaker, melakukan proses pembelajaran secara efektif dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan motivasi siswa dalam menulis teks recount dalam bahasa Inggris dapat meningkat, kemudian melakukan refleksi kegiatan pembelajaran.

Selain itu penlis juga bertanggungjawab pula untuk dapat membagikan praktik ini baik kepada guru maupun sekolah agar memiliki persepsi yang sama bahwa pembelajaran harus berorientasi atau berpusat pada peserta didik (student-oriented) bukan berpusat pada guru (teacher-oriented) yang selama ini kebanyakan peserta didik mendengarkan materi yang disampaikan guru.

TANTANGAN

Untuk mencapai tujuan meningkatkan kemampuan menulis peserta didik SMA LKMD Abung Timur pada materi recount text mata pelajaran Bahasa Inggris tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Sebagian peserta didik memiliki motivasi yang rendah dalam belajar Bahasa Inggris.
  • Peserta didik tidak terbiasa dengan model pembelajaran yang mengharuskan mereka untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran.
  • Minimnya penggunaan media pembelajaran.
  • Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru belum inovatif.
  • Sebagian peserta didik masih belum terlatih dalam menulis teks Bahasa Inggris.

Yang Terlibat Dalam Proses Ini

  • Siswa sebagai sentral dalam proses pembelajaran yakni siswa kelas X SMA LKMD Abung Timur.
  • Guru sebagai fasilitator.
  • Teman Sejawat
  • Kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan di sekolah.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan
Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik kelas X pada mata pelajaran Bahasa Inggris pada materi “Recount text” yaitu sebagai berikut :

  • Menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Berdiskusi dengan teman sejawat tentang proses pembelajaran dan meminta masukan untuk perbaikan dalam pembelajaran
  • Menyiapkan evaluasi setelah proses pembelajaran.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah: Meningkatkan minat belajar peserta didik yang rendah. Caranya adalah dengan menyusun perangkat pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Perangkat pembelajaran tersebut dapat berupa Modul ajar, LKPD, Media Pembelajaran yang berupa gambar yang dapat menarik minat dan perhatian peserta didik, Perangkat penilaian dan Materi Ajar tentang recount text dengan tema sport events : menonton pertandingan olahraga yang akan digunakan dalam model pembelajaran berbasis proyek (PjBL).

BACA JUGA:  Melalui Safari Ramadhan, M. Firsada Buka Puasa Bersama Masyarakat Kecamatan Lambu Kibang

Strategi yang digunakan guru adalah cooperative learning dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik yaitu :

  1. Pemanfaatan sarana teknologi informasi dan komunikasi serta penggunaan slide presentasi interaktif dan memberikan stimulus untuk mengajak peserta didik berfikir HOTS dan merangsang keaktifan peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan guru.
  2. Proses yang dilakukan dalam pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran Project Based Learning (Pembelajaran berbasis proyek)

Proses pembelajaran PjBL terdiri atas enam tahap, yaitu:

1. Orientasi peserta didik terhadap masalah

  • Guru menyampaikan pertanyaan terkait materi dalam konteks sehari-hari
  • Guru menampilkan video
  • Guru menyampikan pertanyaan terkait video

2. Mendesain perencanaan produk

  • Guru membagi peserta didik kedalam kelompok
  • Guru memastikan setiap peserta didik mengetahui proyek/produk yang akan dihasilkan

3. Menyusun jadwal pembuatan

  • Siswa dan guru membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan proyek dan pengumpulannya

4. Pelaksanaan & memonitor kemajuan proyek

  • Memonitor keaktifan dan perkembangan proyek
  • Siswa mendiskusikan masalah yang muncul bersama guru selama proses proses pembuatan proyek
  • Guru memantau keaktifan siswa dalam pembuatan proyek

5. Menguji hasil

  • Guru dan siswa mendiskusikan proyek yang telah diunggah dimedia sosial
  • Siswa mempresentasikan proyek yang telah diunggah

6. Evaluasi pengalaman belajar

  • Guru meminta kelompok lain untuk menanggapi hasil proyek yang diperentasikan
  • Siswa menyimpulkan/merefleksi pyoyek yang telah dibuat
  • Guru memberikan feedback

Sumber daya atau materi yang diperlukan yaitu:

  • Laptop, lcd proyektor, dan sound sistem
  • Powerpoint berisi lagu wajib nasional, video motivasi, gambar dan video tentang materi Recount Text, serta ringkasan materi tentang recount text.
  • Lembar kerja peserta didik
  • Instrumen penilaian

Refleksi
Dampak dari penerapan model pembelajaran Project based learning adalah peserta didik mengalami perubahan cara belajar, mereka menjadi lebih semangat dan semakin aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, mereka juga semakin kreatif ketika berdiskusi dan presentasi secara berkelompok dibandingkan saat menggunakan model dan metode konvensional. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa penerepan pembelajaran Project based learning menjunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan keaktifan peserta didik dalam belajar.

BACA JUGA:  Menkop UKM Teten Masduki dan Gubernur Arinal Kunjungi UMKM Tapis dan Produk Olahan di Pringsewu dan Pesawaran.

Respon dengan strategi yang telah dilakukan saat pembelajaran menunjukkan suatu respon yang positif.

Respon peserta didik terhadap penerapan strategi ini antara lain : 

  • Peserta didik dalam kegiatan pembelajaran terlihat antusias dan senang.
  • Peserta didik mampu mengerjakan lembar kerja peserta didik yang diberikan tepat waktu dan sesuai.
  • Peserta didik mempunyai inisiatif dalam menyampaikan pendapat maupun gagasan.
  • Peserta didik berani dalam mempresentasikan hasil pekerjaan atau proyek nya didepan kelas.
  • Peserta didik mampu dan berani menyampaikan refleksi pembelajaran serta dapat menyimpulkan hasil pembelajaran.

Sedangkan Respon rekan sejawat, maupun kepala sekolah yakni:

  • Dengan penggunaan model pembelajaran Project Based Learning maka akan ada nilai otentik dan relevan yang dimana proyek yang dilakukan peserta didik mencakup pertanyaan-pertanyaan dalam dunia nyata atau yang relevan dengan pengalaman peserta didik. Dengan demikian peserta didik dapat menghubungkan antara pengetahuan yang didapatkannya saat pembelajaran dengan manfaat atau kegunaan nya didunia nyata.
  • Penggunaan Model pembelajaran Project Based Learning juga mengajarkan pada peserta didik untuk dapat memberikan dan menerima masukan-masukan atas proyek yang dilakukannya. Dengan demikian mereka tidak hanya belajar dari guru tetapi dapat saling belajar dengan sesama teman.
  • Penggunaan media pembelajaran inovatif berbasis TPACK yang digunakan oleh guru saat pembelajaran dapat dipahami oleh peserta didik dan tidak monoton ataupun membosankan sehingga memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
  • Dari penjabaran respon dari beberapa pihak tersebut diatas terlihat respon yang positif dari penerapan model pembelajaran Project based learning dalam pembelajaran.

Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan yaitu :

  • Keinginan serta motivasi dari peserta didik.
  • Kerja sama dari kepala sekolah, rekan guru, peserta didik.
  • Sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan aksi, dan
    Persiapan yang matang dari guru untuk melaksanakan pembelajaran.

Kesimpulan
Pada kesuluruhan best practice penulis menyampaikan bahwa pembelajaran yang efektif dan berkualitas sangat di tentukan oleh dukungan dari beberapa pihak. Dalam kegiatan pembelajaran, guru haruslah mempersiapkan segala hal sebelum memasuki kelas. Guru yang kompeten, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan yang terdapat dalam modul ajar, dengan menerapkan model pembelajaran inovatif, media ajar yang kreatif-inovatif sesuai dengan karakteristik peserta didik dalam mensukseskan pencapaian tujuan pembelajaran bagi peserta didik. Sarana dan prasarana sekolah maupun perlengkapan belajar peserta didik juga memberi dampak yanag penting untuk kelancaran proses pembelajaran.