Ketua DPC Gerindra Pesawaran Klarifikasi Terhadap Kabar Yang Beredar Ditengah Masyarakat

Bandar Lampung,- (BN.Net) Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian SH MH Dengan didampingi kuasa hukumnya adakan konferensi pers dan klarifikasi terhadap kabar yang beredar ditengah masyarakat, di Kantor Law Office Advocate and Legal Konsultan, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandarlampung, Senin sore (18/09/2023).

Dalam kesempatan tersebut Andri Meirdyan Syarif,SE SH MM ,M. menyampaikan empat hal yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Yang pertama mengenai kronologi kejadian, kami sampaikan klarifikasi fakta hukum yang kami sampaikan, sudah tercantum dan dimuat di BAP artinya bukan katanya bukan fitnah bukan juga asumsi, tapi nanti akan kami pertimbangkan upaya hukum, yang kedua tempat kejadian perkara ini di rumah, kemudian korban, dan yang keempat mengenai kepemilikan senjata menurut kami ini penting juga,” jelas Andri.

Pihaknya menegaskan jika tidak ada itikad baik dari pihak terlapor maka pihaknya akan melakukan upaya hukum, sebab menurutnya dengan adanya hal-hal yang tidak sesuai fakta dapat merugikannya.

Diceritakan Achmad Rico Julian sebelum kejadian pada Minggu dinihari sebelum keluar dari rumahnya, melihat cctv ada dua pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan dan terlihat seperti membawa sebuah parang, ia juga telah mencoba untuk menelpon tetangga disekitar untuk meminta informasi kondisi di luar rumahnya akan tetapi tidak ada yang menjawab. karena khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan kemudian ia memberanikan diri keluar rumah dengan membawa senjata api yang telah berizin dari pihak yang berwenang.

“Kebetulan saya memiliki senjata api yang sudah ada ijinnya resmi dari kepolisian, bisa dibuktikan di kepolisian untuk izin bela diri,” ujar Rico.

Dengan dibantu warga, Rico menanyakan maksud dan tujuan para pemuda tersebut berada di sekitar rumahnya, mereka menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda dan tak semestinya dilakukan dini hari.

BACA JUGA:  Wagub Lampung Hadiri Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung Tentang Penyampaian KUPA Dan PPAS Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun 2020.

“Perlu digarisbawahi ya, Polsek Sukarame mengeluarkan mereka itu karena memang saya bilang bahwa kalau tidak ada bukti dan lain-lain panggil saja orang tuanya, karena kita kan mau damai-damai aja, tetapi karena sore hari ada berita yang memuat bahwa saya arogan, senpi ilegal, terus apa? mabok, saya langsung Laporan balik dengan dugaan percobaan pencurian, dan akan kami dipertimbangkan lagi pencemaran nama baik dan fitnah,” pungkasnya. (Syah)