SJI Segera Hadir Kembali di Lampung

Bandarlampung,- (BN.Net) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat akan menggelar Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) di Provinsi Lampung.

Terakhir kali, SJI diadakan di PWI Lampung 8 tahun lalu, tetapnya Angkatan IV tahun 2016.

Kegiatan SJI ini akan berlangsung mulai tanggal 11 sampai 15 Juni 2024 di Kantor PWI Lampung dengan kuota peserta maksimal 35 orang.

Nantinya selama 5 hari, para peserta akan mendapat pelatihan langsung dari sejumlah narasumber yang didatangkan dari PWI Pusat.

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah mengatakan SJI ini merupakan program pendidikan dari PWI Pusat yang menunjuk beberapa provinsi sebagai tuan rumah.

“Kita beruntung karena PWI Lampung menjadi salah satu tuan rumah yang ditunjuk. Maka kegiatan ini harus kita adakan sebaik mungkin,” kata Wirahadikusumah, saat rapat persiapan SJI di Kantor PWI Lampung, Jumat (31/5/2024).

Wira mengatakan jumlah peserta SJI dibatasi hanya 30-35 orang. Pesertanya akan dipilih dari perwakilan PWI kabupaten/kota dan juga anggota anggota PWI Provinsi Lampung.

Syarat bagi wartawan yang ikut SJI yaitu wajib berasal dari media yang berbadan hukum pers, berusia di bawah 40 tahun, dan memiliki kartu PWI yang aktif, baik anggota muda maupun anggota biasa.

Kemudian khusus perwakilan dari PWI Kabupaten/Kota wajib menyertakan surat rekomendasi dari Ketua PWI masing-masing.

Untuk itu, Wirahadikusumah meminta setiap peserta yang terpilih nantinya dapat mengikuti SJI dari awal sampai akhir.

“Saya minta jangan sampai ada yang bolos, karena kalau sehari saja tidak masuk maka peserta itu dinyatakan gagal,” tandasnya.

Sementara Ketua Panitia SJI Lampung, Munizar meminta agar seluruh panitia yang sudah dipilih dapat menjalankan tugasnya masing-masing.

Munizar menyebut SJI ini adalah agenda penting dan tidak semua daerah mendapatkan kesempatan jadi tuan rumah.

BACA JUGA:  Mingrum Gumay Berikan Arahan Dalam Kegiatan Rapat Koordinasi Antar Instansi Perangkat Daerah.

“SJI ini berlangsung selama 5 hari, jadi saya meminta semua panitia bertanggungjawab dengan tugasnya,” tandasnya. (*)