GEMBOK Lampung Secara Resmi Adukan Proyek Jalan Tegal Mukti-Tajab.

975

Bandar Lampung,- (BN.Net) Tony Eka Candra (TEC) politisi senior Partai Golkar, Mantan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung mengklarifikasi dan menjelaskan bahwa perbaikan jalan Tegal Mukti-Tajab Kabupaten Way Kanan telah sesuai prosedur, dan mekanisme, serta ketentuan yang ada.

Hal ini disampaikan Tony setelah mendapatkan penjelasan langsung Via Telepon dari Bapak Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Provinsi Lampung yang juga sebagai mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, dan Bapak Mukhlis Basri, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Senin, (22/06/2021).

Terkait statement tersebut pewarta mencoba menghubungi TEC melalui telepon selulernya, “Ijin kanda.. Saya sudah ngobrol dengan ketua IWO Provinsi Lampung terkait sanggahan dari kanda masalah jalan tersebut, kok Kanda tau mendetail terkait pekerjaan itu, apakah pemborong y sudah koordinasi dengan kanda atau ….? Dalam chatting WhatsApp.

“Bukan Add Syahrizal, saya bukan pemborong, dan tidak kenal sama sekali dengan pemborongnya, Sebagai Mantan Ketua Komisi IV yang membidangi Pembangunan setelah membaca berita-2 sebelumnya, kami komunikasi dengan Pak Mulyadi Irsan (Kepala Bappeda) dan Pak Mukhlis Basri (Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung). Ternyata pembangunan jalan tersebut 2 tahap: Tahap pertama lapis pondasi Base A agar jalan menjadi padat, dan disirim aspal agar tidak berdebu. Tahap selanjutnya tahun 2021 ini baru pengaspalan hotmix. Begitu Add Syahrizal. In Sya Allah tidak ada kepentingan lain. Niat meluruskan berita, agar masyarakat tidak salah menilai pembangunan jalan tersebut, ” tulis TEC Melalui WhatsApp.

Disisi lain, pada berita yang dilansir dari KIRKA.CO, Mantan Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tony Eka Chandra sebelumnya menyebut bahwa sejumlah proyek milik Pemerintah Provinsi Lampung perlu dievaluasi. Khususnya, proyek senilai Rp5,7 miliar. Proyek tersebut merupakan pengerjaan jalan poros Desa Tegal Mukti-Tajab.

BACA JUGA:  H. Dendi Lakukan Panen Melon Perdana di HORTIPARK Untuk Periode Penanaman Kedua.

Menurut dia, proyek tersebut yang belum genap 6 bulan dikerjakan itu, telah amburadul hingga menjadi perbincangan publik. Ia sempat menyarankan agar pengawasan terhadap pengerjaan jalan tersebut lebih dilakukan secara ketat.

“Kapan Lampung mau maju, kalau uang rakyat digunakan untuk pembangunan yang asal asalan,” kata Tony, Selasa lalu, 22 Juni 2021.

Ternyata, pada Senin, 14 Juni 2021, pengerjaan jalan yang awalnya dinilai TEC sapaan akrab Tony Eka Chandra itu, telah diadukan ke Kejaksaan Tinggi Lampung. Untuk diketahui, pengerjaan jalan tersebut merupakan kewenangan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung.

Aduan ini diketahui telah dilayangkan ke kejaksaan oleh Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi atau GEMBOK Lampung.

Dimintai klarifikasi, Ketua Umum GEMBOK Lampung Andre Saputra tak menampik hal di atas. Ia membenarkan keberadaan aduan tersebut. “Iya benar aduan sudah kami layangkan secara resmi ke Kejati Lampung,” ungkap Andre saat dihubungi KIRKA.CO, Selasa malam, 29 Juni 2021.

Andre menegaskan lagi, bahwa benar aduan tersebut telah diterima oleh Kejati Lampung melalui pegawai kejaksaan yang bertugas pada bidang intelijen. Penegasan itu ia lontarkan saat ditanya lebih lanjut soal bukti otentik dari dokumen pengaduan yang ia maksud.

“Benar itu sudah diadukan. Sudah diterima oleh pegawai di Kejati yang ada di bidang intel. Ada kok tanda terima dari aduan itu. Nanti dokumennya saya kirimkan,” ujar Andre. (*)