Melihat Museum Perjuangan Desa Rejoagung.

296

Lampung Timur,- (BN.Net) Tak banyak desa di Lampung yang memiliki museum. Salah satu yang memiliki museum desa di Lampung adalah Desa Rejoagung, Kecamatan Batanghari Lampung Timur.

Kepala Desa Rejoagung, Sugino mengatakan pembangunan museum yang diberi nama museum perjuangan desa ini sebenarnya telah selesai pada tahun 2020 lalu.

“Dibangub lewat dana desa namun karena 2021 covid sempat ditunda pengembangannya dan sekarang mulai kita coba hidupkan kembali,”jelasnya.

Sugino menambahkan sejak desa Rejoagung mulai dibuka pada tahun 1940an, desa ini memang menyimpan sejumlah sejarah.

“Desa ini menjadi salah satu desa basis gerilya saat agresi militer Belanda dan pernah menjadi markas pemerintahan darurat kala Belanda menguasai Metro,”kenangnya.

Guru Sejarah SMAN 1 Sekampung Adi Setiawan menjelaskan letak museum desa ini sendiri cukup strategis yakni tak jauh dari Tugu Komando dan alun-alun desa.

“Desa ini memang memiliki cerita sejarah yang kental baik sejak dibuka pada era kolonisasi hingga dalam perjalananya hingga saat ini,hal ini nampak dari kehadiran bangunan-bangunan bersejarah lainnya seperti tugu komando dan gapura desanya,”jelasnya.

Lewat grafis yang menarik cerita terkait sejarah desa ditampilkan.Selaim itu musuem ini juga menyimpan sejumlah barang-barang seperti bedug, kentongan yang dibuat pada tahun 1966 dan juga lesung.

“Foto-foto Kepala Desa Rejoagung yang pertama hingga hari ini dan para pahlawan desa juga tersimpan rapi dalam museum ini,”jelasnya.

Aris salah seorang pendamping Desa Rejoagung berharap kehadiran museum ini akan menjadi pengingat bagi masyarakat desa khususnya dan juga mampu menjadi daya tarik orang untuk berkunjung ke Rejoagung.

“Selain menjadi media untuk pembelajaran baik warga dan generasi muda juga diharapkan museum ini dapat menjadi daya tarik bagi orang berkunjung ke desa ini,”pungkasnya. (***)

BACA JUGA:  Pemkab Lampura Kontestan Penilaian Virtual Penangan Covid-19.