Insfektorat Tubaba Segera Telusuri Penyelewengan DAK 2021 Dinas Ketahanan Pangan.

114

Tulang Bawang Barat,- (BN.Net) Insfektort tulang bawang barat (Tubaba) berjanji akan menelusuri soal dugaan penyelewengan Dana alokasi khusus (DAK) P2L tahun 2021 Dinas ketahanan pangan yang di salurkan ke Kelompok wanita Tani (KWT).

Inspektur Kabupaten Tubaba, Perana Putera mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ke dinas ketahan pangan tentang persoalan tersebut .

“Nanti kita klarifikasi, Nunggu waktu luang karena banyak yang mau di telusuri, insya allah kalau sudah ada waktu , secepatnya Minggu- minggu depan , karena masih banyak kegiatan yang perlu di dalami”. Ungkapnya Selasa (29/03/2022) saat di konfirmasi melalui via WhatsApp pukul 13:33 siang

Di berikan sebelumnya Anggaran belanja langsung Dinas Ketahanan pangan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, tahun anggaran 2020 dan 2021 diduga sarat penyimpangan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Tubaba, Diyadi, saat ditemui wartawan pada Rabu (23/3/2022) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa, terkait anggaran 2020, dirinya tidak begitu mengetahui. Namun berkaitan dengan anggaran 2021, hanya sebagian kecil yang diketahuinya.

“Anggaran 2020 sama sekali saya tidak tahu. Untuk 2021 kita gak ada kegiatan hanya ada kegiatan dari DAK pusat dan dikeluarkan langsung untuk kelompok-kelompok P2L sebanyak 7 kelompok yang menerima dan satu kelompok nya menerima Rp.55 juta ” kata Sekretaris Ketahanan Pangan.

Ditanya soal besaran anggaran yang kelola tahun 2021, Diyadi mengatakan dinasnya hanya mengelola anggaran sebesar Rp.500 juta.

“500 juta saja, sewa mobil dinas saja sudah berapa, uang BBM, uang listrik, dan uang-uang lainya. Saya sebagai sekretaris saja gak ada mobil dinas. anggarannya paling untuk ATK, belanja rutin, belanja perjalanan dinas, ya untuk pelayan kantor seperti dinas-dinas lainnya. Untuk lebih jelasnya tanya saja pimpinan dari pada saya kesalahan,” kata Diyadi

BACA JUGA:  MA Menangkan KPPU dalam Perkara Persekongkolan Tender Pembangunan Kolam Renang di Kalimantan Selatan.

Ditanya soal pengadaan peralatan kantor dan perawatan gedung kantor, Sekretaris Ketahanan pangan itu menjelaskan bahwa tidak ada kegiatan yang dimaksud.

“gak ada pengadaan peralatan kantor, apalagi perawatan gedung atau kantor, bisa lihat sendiri kan kantor kita masih baru, gak ada itu. untuk lebih jelasnya ke pak kadis aja karena saya punya atasan takutnya kesalahan.”pungkasnya

Berbeda dengan yang dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tubaba, Aprizal Puji Harapan, saat dikonfirmasi media pada Kamis (24/03/2022). Terkait anggaran 2020 dan tahun 2021, dirinya tidak dapat menjelaskan secara detail.

“Silakan kalian cari tahu saja, silakan tanyakan apa yang menjadi pertanyaan, kalau saya jelaskan secara rinci, ‘kerok’ juga, karena 2020 bukan kewenangan sepenuhnya saya. Tetapi kalau 2021 saya bisa jawab, sebab kita gak banyak program, kegiatannya cuma Pemetaan anggarannya juga gak lebih dari 25 juta, kemudian ada TTIC cuma 40 juta itu juga ada subsidi, kemudian DAK yang disalurkan ke Kelompok-kelompok,” kata Aprizal.

Sedangkan untuk program kegiatan pengadaan perlengkapan kantor dan rehabilitasi kantor, Kepala Dinas membenarkan telah merealisasikan kegiatan yang dimaksud.

“Untuk belanja peralatan kantor dan mesin, kita belikan Labtop, printer dan dispenser nilainya mencapai Rp. 28 juta, kalau rehabilitasi kantor kita nyekat ruangan anggarannya Rp. 40 jutaan. Jadi anggaran di dinas kita sangat minim, di tahun 2021 hanya Rp.470 juta, kita tau sendiri lah untuk dinas jauh dari kata cikup lagi untuk ADUM saja belum ada apa-apa nya apalagi untuk turun ke bidang-bidang.”pungkasnya

Berdasarkan penelusuran media, anggaran belanja langsung pada Dinas Ketahanan Pangan tahun 2020 diduga terealisasi sebesar Rp.519 juta, dan pada tahun 2021 sebesar Rp.1,18 miliar.

BACA JUGA:  Warga keluhkan jalanan banjir akibat galian pipa PDAM Kota Bandar Lampung.

Dinas tersebut ditahun 2020 dalam situasi pandemi covid-19, diduga telah menyerap anggaran kegiatan pelayanan administrasi perkantoran dengan realisasi anggaran diduga mencapai Rp.208 juta, peningkatan sarana dan prasarana aparatur sebesar Rp.146,6 juta, pengadaan pakaian dinas lengkap Rp.11 juta, pengadaan cadangan pangan sebesar Rp.100 juta serta Sosialisasi dan penyusunan. (Evendi)