Bantuan Program PKH Tiyuh Margo Mulyo di Duga Penuh Dengan Masalah

146

Tulang Bawang Barat,- (BN.Net) Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)di Tiyuh Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Propinsi Lampung, di duga penuh dengan permasalah.

Dari hasil keterangan yang di berikan dua oknum pedamping kecamatan dan pedamping tiyuh kepada awak Media pada Kamis,27/10/2022, tidak sesuai dengan apa yang di jelaskan salah satu ketua kelompok.

Menurut keterangan Anisa dan Rahmat wibowo kepada awak media, tidak membenarkan adanya informasi yang di berikan beberapa warga atas dugaan yang di lakukan dirinya kepada penerim.

“Kalau masalah informasi kami melakukan pemotongan itu tidak benar , dan untuk kartu PKHnya sendiri itu pun tidak benar kalau kami yang pegang atau menyimpannya, apa lagi sampai kami melakukan pemalsuan tanda tangan itu pun tidak benar adanya”. kilahnya Anisa kepada media

“karena kami sendiri memberikan hak kebebasan kepada mereka untuk menyimpan dan menarik bantuanya sendiri, karena mereka tidak mau kalau pun mau itu yang menyimpan nya bukan kami melainkan ketua kelompoknya”. Tambahnya

Sementara Rahmat wibowo selaku pedamping tiyuh program keluarga harapan (PKH)saat di tanyakan kejelasan informasi adanya pembuatan Surat kuasa kepada masing-masing warga untuk menyerahkan kartu ATM kepada pedamping , menepis dan menjelaskan,

“Itu tidak benar bang, kalau saya meminta mereka untuk membuat suara kuasa itu,yang buat itu ketua kelompoknya saya hanya mengetahui saja”. Elaknya

Di tempat terpisah salah satu ketua kelompok saat di konfirmasi awak media di kediamannya menjelaskan,

“Kalau selama ini mas setiap pencairan bantuan PKH itu saya tidak pernah mengerti, saya hanya di hubungi oleh Bowo ketika dananya atau uang bantuan tersebut sudah cair dari pihak bank, dan saya langsung yang mengambilnya ke Daya Asri kemudian memberikan langsung kepada masing-masing penerima nya,”ujarnya

BACA JUGA:  PWI Lampung Rapat Koordinasi Bersama PWI Lampung Barat

Saat di tanyakan informasi oleh awak media atas adanya dugaan surat kuasa yang di berikan oleh ketua kelompok dan melakukan penyimpanan kartu PKH milik masing-masing warga penerima manfaat dirinya menepis,

“Kalau surat kuasa itu yang menyarankan untuk membuatnya mas bowo bang, bahkan dia yang mengajarkan, itu tidak semua mereka warga penerima mau membuatnya tapi kebanyakan buat sih bang surat kuasa itu, kalau untuk Kartunya sendiri itu yang pegang orang daya asri atas petunjuk bowo bukan saya, saya lupa namanya siapa yang jelas perempuan, dan saya tidak pernah tahu sama orang nya”.ungkapnya (Evendi)