Rawat Inap Tanpa Biaya, Salamah Bersyukur Ibu Telah Menjadi Peserta JKN

oleh -272 views

Lampung Utara,- (BN.Net) Pertambahan usia membawa perubahan dalam kebutuhan kesehatan seseorang, dan orang lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok yang memerlukan perhatian khusus. Saat usia lanjut, risiko penyakit dan masalah kesehatan cenderung meningkat. Selain itu seiring bertambahnya usia, maka bertambah pula pengeluaran seseorang

terkait dengan biaya perawatan kesehatan. Disinilah JKN memegang peran penting dalam menjaga kesehatan dan kestabilan perekonomian keluarga.
Salamah (40) , warga Kotabumi telah membuktikan sendiri seberapa besar manfaat JKN dalam upayanya menjaga kesehatan keluarga terutama ibunya yang telah memasuki usia lanjut.

“Yang sakit ini ibu saya, ibu Junaiyah namanya. Sekarang umurnya memasuki 73 tahun. Selama ini sudah bolak-balik ke rumah sakit untuk berobat, ya maklum karena usianya juga sudah tua,” ujar Salamah kepada Tim Jamkesnews.
Sebagai anak tentu Salamah selalu mendampingi dan memantau kesehatan orang tuanya. Beruntung ibunya telah memiliki JKN sehingga seluruh pengobatan ibunya tidak dikenakan biaya tambahan.

“Setelah lebaran ini saja ibu saya sudah empat kali opname di rumah sakit. Seminggu keluar rumah sakit, setengah bulan kemudian opname lagi, begitu terus. Ibu saya ini sudah komplikasi. Awalnya ibu saya sakit maag, lalu darah tinggi dan kadar gulanya drop. Yang ketiga dan keempat ini ibu saya kena penyumbatan pembuluh darah di otak saraf,” jelasnya.

Ada beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan munculnya berbagai gangguan kesehatan pada lansia, seperti adanya proses penuaan alami yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh, gaya hidup yang tidak sehat, faktor genetik atau riwayat keluarga, pola makan yang buruk dan kondisi medis kronis yang dapat meningkatkan risiko komplikasi atau timbulnya masalah kesehatan lainnya.

“Saat ini kami fokus pada upaya pemulihan kesehatan ibu. Segala pantangan dan anjuran dari dokter kami patuhi untuk kesembuhan ibu. Alhamdulillah sekali kami sekeluarga punya JKN jadi untuk dari sisi pengobatan medis tidak ada hambatan, ibu bisa berobat gratis dan tetap mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” lanjut Salamah.

Pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit menurutnya juga sudah cukup baik dan tidak tampak perlakuan diskriminasi walaupun ibunya adalah peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Alhamdulillah, semua dokter dan perawatnya ramah-ramah. Tidak ada kendala dalam pengobatan ibu saya selama ini. Pokoknya pelayanan kepada pasien JKN menurut saya sudah cukup baik, saya tidak punya keluhan apa-apa. Saya sangat bersyukur ada Program JKN, hanya terima kasih yang bisa saya ucapkan karena sudah banyak membantu keluarga saya selama ini,” ungkap Salamah.

Salamah sangat berharap setelah ini kondisi ibunya bisa membaik dan segera diperbolehkan pulang untuk berkumpul kembali bersama keluarga.

“Mudah-mudahan dengan perawatan optimal yang didapatkan di rumah sakit ini ibu saya bisa segera sembuh. Belajar dari keadaan kami, saya menghimbau kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN. Kalau mampu, silahkan daftar menjadi peserta mandiri yang bayar iuran setiap bulan. Tapi kalau tidak mampu, segera urus ke dinas sosial supaya bisa menjadi peserta JKN yang iurannya ditanggung pemerintah seperti saya,” tegasnya.

Tanpa JKN, Salamah mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi mengingat satu kali rawat inap di rumah sakit saja akan memakan biaya yang besar apalagi kalau sampai berkali-kali opname.

“Harus daftar saat sehat, supaya kalau sewaktu-waktu jatuh sakit bisa langsung digunakan untuk berobat. Jadi pastikan kartunya selalu aktif,” tutup Salamah.( Rofiq)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat