Tulang Bawang Barat,- (BN.Net) Ratusan pegawai kontrak tenaga kesehatan melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulang Bawang Barat (Tubaba). Mereka kecewa atas susunan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Kamis (10/10/2024).
Dalam tuntutannya Ratusan tenaga kesehatan ini mengungkapkan kesedihan dan kekecewaan atas susunan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2024 khusus alokasi.
Menurut Endang salah seorang perwakilan mewakili unjuk rasa menyampaikan kepada Anggota DPRD saat Audiensi mengatakan, bahwa banyaknya jumlah tenaga kesehatan namun formasi yang tersedia untuk 2024 ini hanya 20 formasi, sehingga hal ini memicu kekecewaan tenaga kesehatan yang telah lama bekerja termasuk dirinya yang sudah 20 tahun mengabdi sebagai perawat.
“Kami berharap agar formasi tenaga P3K untuk alokasi bisa lebih proporsional dan memikirkan para tenaga kesehatan yang sudah lama mengabdi,” ucap Endang dengan isak tangisnya di hadapan para anggota DPRD.
Nova Ketua koordinator TKS kesehatan menyampaikan bahwa apa yang menjadi kegelisahan mereka tidak adanya kejelasan dan terkendala dalam pendaftaran P3K Formasi hanya 20 saja dari sekian ratus tenaga kesehatan seluruh Tubaba.
“Kami tidak masuk di data BKN. Kesimpulan dari dengar pendapat dengan anggota DPRD dan BKD, dan Dinas Kesehatan bahwasanya pada tanggal 17 November kami sudah dapat mendaftar di P3K dan otomatis terdaftar di BKN,” ujar Nova.
Nova juga mengatakan bahwa Kadis BKD, Kesehatan dan Anggota DPRD akan memfasilitasi hingga pendaftaran pada tanggal yang sudah ditentukan.
“Hasil Notulen bersama dinas terkait bahwa kami akan mendapatkan Honorarium dan mudah-mudahan janji mereka bisa terealisasikan semua,” jelasnya.
Ketua Pimpinan Rapat dengar pendapat Edy Anwar menyampaikan setelah usai Audiensi meminta BKD agar supaya sistem pendataan nya di perketat dan diperbaiki lagi sehingga tidak terjadi kembali seperti ini sampai ada Tks Sampai 20 tahun tidak ada kepastian.
“Kadis Kesehatan dan Kadis BKD telah dipanggil sudah mendapatkan gambaran bagaimana nasib mereka kedepan. Para Kawan TKS kesehatan tetap ikut seleksi agar terdaftar di Data Base BKN pada tahun 2025, kalaupun ada yang tidak lolos tahun ini,” ucap Edy setelah selesai Audiensi dengan 10 perwakilan unjuk rasa.
Lanjutnya, DPRD akan terus mengawal dan memperjuangkan apa yang menjadi keluhan Para TKS kesehatan hingga ada kepastian
“Ke depannya akan kami kawal hingga ada kepastian, aslinya tuntutan mereka ini sederhana mau dikemanakan nasib mereka ini seharusnya Eksekutif paham,” pungkasnya. (Evendi)






