Bandarlampung, – Kinerja lembaga keuangan di Lampung menunjukkan pertumbuhan positif di tahun 2025, dengan total kredit perbankan mencapai Rp111,98 triliun atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung, Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit ini ditopang oleh peningkatan pada beberapa segmen utama, khususnya kredit modal kerja dan kredit konsumsi.
Kredit modal kerja tercatat sebesar Rp54,14 triliun atau tumbuh 2,75 persen, sedangkan kredit konsumsi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni Rp39,83 triliun atau meningkat 8,14 persen. Namun, rasio non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,36 persen, menunjukkan kecenderungan meningkat pada 2025.
Di sisi penghimpunan dana, total DPK perbankan Lampung mencapai Rp71,01 triliun atau tumbuh 4,6 persen, terutama ditopang oleh kenaikan tabungan yang cukup kuat. Otto menekankan pentingnya masyarakat waspada dalam menggunakan layanan jasa keuangan, terutama yang berbasis online, dan memastikan layanan tersebut memenuhi aspek legal dan logis.
OJK Lampung juga menerima 114 laporan terkait investasi ilegal dan 381 laporan pinjaman online (pinjol) ilegal di tahun 2025. Otto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak terjerat oleh modus investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar. (**)






