Kuliah di UBL, Budaya Tetap Hidup: KMHD UBL Ajak Generasi Muda Hindu Lampung Tampil dan Berkarya

oleh -1,929 views

Bandar Lampung, — Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan nilai keagamaan mahasiswa.

Melalui Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Bandar Lampung (KMHD UBL), UBL menggelar Lomba Seni Budaya Bali dalam rangka Widya Dharma Bhakti-IV, Senin (6/7/2026), di lingkungan Kampus UBL. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda Hindu di Provinsi Lampung untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Bali.

Kegiatan diikuti oleh ratusan peserta berasal dari unsur mahasiswa, remaja, hingga pelajar SMA dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Mereka tampil dalam sejumlah cabang lomba seni budaya Bali, di antaranya Miniatur Ogoh-ogoh, Tari Cendrawasih, dan Kreasi Beleganjur.

Dari berbagai penampilan tersebut, Kreasi Beleganjur menjadi salah satu atraksi yang paling menarik perhatian peserta dan pengunjung. Penampilan ini menghadirkan energi, kekompakan, serta kekuatan tradisi Bali yang dikemas dengan kreativitas generasi muda.

Widya Dharma Bhakti-IV secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, yang diwakili Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) UBL, Dra. Yulfriwini, M.T.

Pembina KMHD UBL, Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H., mengatakan Widya Dharma Bhakti-IV merupakan program tahunan KMHD UBL sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam menjaga, merawat, dan melestarikan seni budaya Hindu di Provinsi Lampung. Menurutnya, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Lomba seni budaya ini merupakan program tahunan KMHD UBL sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya di Provinsi Lampung. Kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk mengenal lebih dekat Universitas Bandar Lampung sebagai salah satu kampus terbaik di Sumatera Bagian Selatan,” ujar Prof. I Ketut Seregig.

Ia menegaskan, seni budaya Bali bukan hanya pertunjukan yang indah secara visual, tetapi juga mengandung nilai spiritual, moral, sosial, dan pendidikan karakter. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya menjadi penting agar tradisi tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Kepala BPKHA UBL, Dra. Yulfriwini, M.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pembina KMHD UBL dan semangat mahasiswa Hindu UBL dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan seni, budaya, literasi agama, dan pembinaan generasi muda.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pembina KMHD UBL dan seluruh mahasiswa Hindu UBL yang telah menginisiasi kegiatan ini. Seni dan budaya Bali telah dikenal luas, bahkan diakui dunia, sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara. Melalui kegiatan ini, UBL berharap generasi muda semakin mencintai budaya, memperkuat nilai keagamaan, dan berani tampil sebagai pelestari budaya di era modern,” ujar Yulfriwini.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa UBL merupakan kampus yang terbuka, inklusif, dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam aspek kepemimpinan, kreativitas, spiritualitas, dan kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

Yulfriwini juga berharap Widya Dharma Bhakti-IV dapat mempererat hubungan UBL dengan masyarakat Hindu di Provinsi Lampung. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang silaturahmi, penguatan jejaring komunitas, serta pintu bagi pelajar Hindu di berbagai daerah untuk mengenal UBL sebagai kampus yang mendukung keberagaman, pengembangan potensi, dan masa depan generasi muda.

Ketua Panitia Widya Dharma Bhakti-IV KMHD UBL, I Kadek Satria, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung motto “Mengembangkan Budaya Hindu melalui Seni dan Literasi Agama di Era Modern.” Motto tersebut menjadi dasar penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai agama Hindu.

“Widya Dharma Bhakti-IV KMHD UBL mengusung motto ‘Mengembangkan Budaya Hindu melalui Seni dan Literasi Agama di Era Modern’. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak mahasiswa dan generasi muda Hindu di Lampung untuk terus menjaga warisan budaya, memperkuat literasi keagamaan, serta menghadirkan nilai-nilai Hindu dalam kehidupan modern,” ujar I Kadek Satria.

Ia menambahkan, pelestarian seni budaya tidak dapat dilepaskan dari nilai agama. Prinsip “agama tanpa budaya tak bernilai, budaya tanpa agama tak bermakna” menjadi pesan penting dalam penyelenggaraan Widya Dharma Bhakti-IV.
Melalui kegiatan ini, KMHD UBL tidak hanya menghadirkan lomba seni budaya, tetapi juga memperlihatkan wajah UBL sebagai kampus yang memberi ruang bagi keberagaman, kreativitas, kepemimpinan mahasiswa, dan pelestarian budaya Nusantara.

Dari Kampus UBL, generasi muda diajak untuk mencintai akar budayanya, memperkuat karakter, serta menyiapkan diri menghadapi masa depan tanpa kehilangan identitas budaya. (***)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *