Pandeglang, – Memasuki hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam kapal speedboat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pencarian pada Minggu (13/9) melibatkan unsur laut, darat, dan udara dengan total luas area pencarian mencapai 6.010 NM².
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, S.Sos. menyampaikan bahwa operasi pencarian terus dioptimalkan dengan mengerahkan berbagai unsur SAR gabungan dan sarana pencarian yang tersedia.
> “Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujar Al Amrad.
Delapan Orang Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan laporan operasi, delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), seorang guide, serta lima orang jurnalis dan pekerja media.
Adapun identitas korban yang masih dalam pencarian adalah:
1. Warta (55 tahun), kapten kapal.
2. Surakman (60 tahun), ABK.
3. Heriyanto (49 tahun), guide.
4. M. Bagus Khoirunnas (28 tahun), jurnalis Antara.
5. Ari Basuki (52 tahun), jurnalis Merdeka.
6. Yudhis, jurnalis iNews.
7. Daus (42 tahun), jurnalis Anadolu.
8. Donal, pekerja freelance.
Hingga laporan rencana operasi SAR hari keenam, seluruh korban masih berstatus Dalam Pencarian (DP).
Pencarian Dibagi Menjadi Enam Sektor
Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR Gabungan membagi area operasi menjadi enam sektor dengan rincian sebagai berikut:
* Sektor V: 840 NM², melibatkan KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.
* Sektor W: 1.120 NM², melibatkan KAL Anyer.
* Sektor Z: 809 NM², melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
* Sektor Y: 497 NM², melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu.
* Sektor X: 681 NM², melibatkan KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
* Sektor H: 2.063 NM², didukung helikopter HR 3604.
Selain unsur laut, operasi juga didukung dua unit drone thermal Basarnas untuk membantu pemantauan area pencarian.
Didukung Berbagai Unsur SAR Gabungan
Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Banten, Direktorat Operasi dan Direktorat Komunikasi Basarnas, Basarnas Special Group (BSG), TNI, Polri, Lanal Banten, BPBD, BNPB, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta berbagai potensi SAR lainnya.
Dukungan sarana darat meliputi kendaraan penyelamat, ambulans, kendaraan komunikasi, truk personel, dan sarana pendukung operasional. Sementara itu, unsur udara terdiri atas helikopter HR 3604 dan dua unit drone thermal Basarnas.
Kondisi Cuaca Menjadi Perhatian
Berdasarkan laporan rencana operasi, kondisi cuaca di wilayah pencarian diperkirakan berawan, dengan angin dari arah timur laut hingga timur berkecepatan 10–20 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5–2,5 meter.
Al Amrad menegaskan bahwa pelaksanaan pencarian akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
> “Kami mengimbau kepada seluruh unsur yang terlibat untuk senantiasa memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan selama melaksanakan operasi. Kami juga mengharapkan dukungan informasi dari masyarakat apabila mengetahui adanya tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang sedang dicari,” pungkasnya.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melaksanakan upaya pencarian sesuai rencana operasi, dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel demi menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. (**)







