Unila Dorong Literasi AI Sivitas Akademika Melalui Gemini Academy for Higher Education

oleh -1,882 views

Bandarlampung, –  Universitas Lampung (Unila) menghelat peningkatan literasi dan kompetensi kecerdasan buatan (AI) bagi sivitas akademika melalui Pelatihan dan Sertifikasi Gemini Academy for Higher Education 2026, yang berlangsung secara hybrid pada 2 sampai 3 Oktober 2026, di UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Unila.

Program yang berkolaborasi dengan Google for Education dan PT Cahaya Mitra Harapan (Paidea Educational Solutions) selaku mitra resmi Google for Education di Indonesia ini diikuti sekitar 150 peserta secara luring dan lebih dari 400 peserta secara daring pada sesi dosen dan tenaga kependidikan. Khusus mahasiswa, dua sesi yang dibuka pada hari berikutnya telah menarik lebih dari 1.000 pendaftar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., mengatakan perkembangan AI perlu direspons perguruan tinggi melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sehingga teknologi tidak hanya menjadi perangkat tambahan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, layanan, dan inovasi.

“Manusia tidak akan dikalahkan oleh AI, tetapi manusia yang menguasai AI akan memiliki kemampuan yang berbeda dengan mereka yang tidak memahami AI,” ujar Prof. Ayi saat membuka kegiatan, Jumat 2 Oktober 2026.

Menurutnya, penguasaan AI perlu ditempatkan sebagai bagian dari transformasi kompetensi sivitas akademika. Karena itu, Unila tidak hanya mendorong penggunaan teknologi, tetapi juga membangun pemahaman mengenai cara memanfaatkannya secara kritis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan etika akademik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman praktis menggunakan Google Gemini dan NotebookLM untuk mendukung aktivitas akademik dan pekerjaan. Materi mencakup praktik prompting, transformasi pembelajaran, integrasi AI dengan Google Classroom, hingga pemanfaatan Deep Research.

Prof. Ayi menekankan, penggunaan AI tetap membutuhkan tanggung jawab manusia, khususnya dalam menentukan tujuan, memberikan instruksi, memeriksa hasil, serta memastikan keluaran teknologi sesuai dengan prinsip integritas akademik.

“Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan peran dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam berpikir dan menghasilkan pengetahuan,” katanya.

Selain pelatihan, program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti uji kompetensi menuju sertifikasi Gemini Certified Faculty dan Gemini Certified University Student. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi profesional dan literasi digital sivitas akademika Unila.

Kepala UPA TIK Unila, Mardiana, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dirancang tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi. UPA TIK berharap program dapat berlanjut melalui penguatan kerja sama dengan unit terkait, termasuk dalam pengembangan pelatihan dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi.

Sementara itu, perwakilan Paidea Educational Solutions, Andi Novi Suanto, menyampaikan bahwa Unila menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kesempatan mengikuti program Gemini Academy for Higher Education karena telah menggunakan layanan Google dengan akun institusi Unila.

Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal dan mengikuti proses pelatihan hingga uji kompetensi dengan pendampingan para trainer Google for Education.

Bagi Unila, pelaksanaan Gemini Academy juga diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang lebih luas. Prof. Ayi berharap peserta yang telah memperoleh pengetahuan dan sertifikasi dapat menjadi bagian dari komunitas praktisi yang berbagi pengalaman dan mengembangkan praktik pemanfaatan AI di lingkungan kampus.

“Jangan hanya terbuka terhadap perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian daripada perkembangan tersebut,” ujar Prof. Ayi.

Ia juga berharap kolaborasi dengan Google for Education dan Paidea Educational Solutions dapat berkembang menjadi berbagai program lanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pendidikan tinggi, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, pengembangan inovasi, hingga peningkatan layanan akademik. [Riky Fernando]

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *