Lantik Bupati Lamteng, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Lumbung Pangan dan Hilirisasi Pertanian

oleh -2,785 views

Bandarlampung, – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik dan mengambil sumpah jabatan I Komang Koheri, S.E., sebagai Bupati Lampung Tengah (Lamteng) untuk sisa masa jabatan 2025–2030.

Pelantikan berlangsung di Balai Keratun Lantai III, Kantor Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (3/11/2026). Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3370 Tahun 2026 tanggal 28 Oktober 2026 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Lampung Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Ni Ketut Dewi Nadi,S.T.,M.Sos., dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Tengah oleh Ketua TP.PKK/Ketua Tim Pembina Podyandu/Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa jabatan kepala daerah merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, berintegritas, serta berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat kepada saudara yang hari ini resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah di sisa masa jabatan 2025–2030. Tentunya jabatan ini adalah amanah, jalankan dengan sungguh-sungguh untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Tengah,” ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pemberhentian Bupati Lampung Tengah sebelumnya berdasarkan keputusan yang telah berkekuatan hukum tetap, serta usulan DPRD Kabupaten Lampung Tengah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ia juga mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah serta seluruh pihak yang telah mengawal proses pengisian jabatan tersebut secara tertib dan kondusif.

Menurut Gubernur, sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi faktor penting dalam memastikan pembangunan berjalan selaras dengan arah kebijakan daerah dan nasional.

“Pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan harus berjalan satu arah untuk mewujudkan cita-cita kita, yaitu Lampung maju menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Gubernur Mirza secara khusus menitipkan tiga pesan utama kepada I Komang Koheri dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
Pertama, membina aparatur yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.

Gubernur meminta agar Bupati menjunjung tinggi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, menerapkan sistem merit, menjaga netralitas ASN, serta menegakkan disiplin dan profesionalisme birokrasi.

Kedua, menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk penyimpangan. Gubernur menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan pemerintahan sehingga harus dijaga melalui tata kelola yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab.

Ketiga, hadir langsung di tengah masyarakat dengan mendengarkan aspirasi hingga tingkat kampung.

“Jaga dan kuatkan kepercayaan itu. Masyarakat hari ini tidak butuh pemimpin yang berjalan sendiri. Apalagi masyarakat Lampung Tengah, butuh pemimpin yang kompak dengan seluruh jajaran pemerintah daerah dan bekerja dalam satu arah,” pesannya.

Gubernur menekankan bahwa kebijakan yang tepat sasaran harus lahir dari pemahaman terhadap kebutuhan nyata masyarakat, khususnya masyarakat di kampung dan desa.

Selain penguatan tata kelola pemerintahan, Gubernur Mirza meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bergerak cepat mendukung program prioritas nasional yang selaras dengan program Pemerintah Provinsi Lampung.

Salah satu fokus utama adalah memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan produksi, perlindungan lahan pertanian, pengamanan irigasi, ketersediaan pupuk, serta penyerapan hasil panen dengan harga yang layak bagi petani.

Gubernur menyebut Lampung Tengah sebagai salah satu lumbung pangan penting di Provinsi Lampung. Karena itu, pembangunan sektor pertanian harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan nilai tambah melalui hilirisasi.

“Kita tidak ingin petani gabah di Lampung Tengah menanam padi, menjual keluar daerah, kemudian membeli lagi berasnya dari luar Lampung Tengah. Kita tidak ingin petani Lampung Tengah menanam jagung, tetapi membeli pakannya dari luar. Kita harus fokus mendukung swasembada pangan agar kita berdaulat,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah kabupaten mengidentifikasi potensi komoditas unggulan dan mengembangkan industri pengolahan di daerah sehingga hasil pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Gubernur juga meminta dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi secara aman, bersih, sesuai standar, dan tepat sasaran.

Menurutnya, kebutuhan bahan baku SPPG harus menjadi peluang bagi petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal.

“Pak Bupati, pastikan bahan baku seluruh SPPG dibeli dari petani, peternak, dan UMKM lokal. Kalau belum bisa, pemerintah daerah harus mempersiapkan masyarakat agar mampu memproduksi barang-barang itu sendiri untuk memasok kebutuhan SPPG,” tegas Gubernur.

Gubernur Mirza turut menekankan pentingnya mengoptimalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.

Ia mengingatkan agar koperasi tidak sekadar terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Gubernur, koperasi harus mampu memastikan distribusi barang subsidi tepat sasaran, menyerap hasil panen petani, serta menjadi jalur pemasaran produk UMKM lokal.

“Koperasi harus benar-benar berjalan, jangan berhenti pada papan nama. Koperasi harus mampu menyerap hasil panen dan menjadi mitra UMKM agar produk-produk masyarakat memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain penguatan ekonomi, Gubernur meminta Kabupaten Lampung Tengah mendukung program pelayanan dasar, termasuk Cek Kesehatan Gratis dan Sekolah Rakyat, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia juga meminta seluruh program pemerintah pusat disinergikan dengan program Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk Program Desaku Maju, agar pelaksanaannya lebih terarah dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pusat memberi arah dan kebijakan besar, provinsi mendukung, dan kabupaten memastikan manfaatnya sampai ke rakyat,” kata Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga menyampaikan selamat kepada Ni Ketut Dewi Nadi atas pelantikannya sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah untuk sisa masa bakti 2025–2030.

Gubernur berharap ketiga lembaga tersebut dapat menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, penguatan enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu, serta pelestarian dan pengembangan kerajinan daerah.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang mandiri dan masyarakat yang sejahtera.

“Perempuan adalah fondasi pembangunan suatu daerah. Apabila perempuan-perempuan kita di Provinsi Lampung berdaya, maka daerah itu akan kuat, kemandiriannya juga akan kuat,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas, khususnya pada jenjang TK, SD, dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Lampung yang unggul, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“Tidak ada jalan lain untuk menuju Indonesia Emas selain menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Harus kita siapkan sekarang, harus kita dirikan sekarang, dan harus kita bentuk dari sekarang,” tegasnya.

Gubernur berharap Bupati Lampung Tengah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita. Mari bersama-sama bekerja untuk Lampung Tengah yang maju dan masyarakat yang lebih sejahtera,” tutup Gubernur.

Pelantikan Ni Ketut Dewi Nadi sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Tengah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua TP PKK Provinsi Lampung Nomor: 05/Keputusan/PKK.Lampung/XI/2026.

Sementara itu, pengangkatannya sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lampung Tengah ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Lampung Nomor : 04/Keputusan/Posyandu.Provinsi Lampung/XI/2026.

Adapun pengangkatannya sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dekranasda Provinsi Lampung Nomor : 20/Dekranasda/Surat Keputusan/X/2026.

Penandatanganan dokumen pelantikan serta penyematan pin dilakukan oleh Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.

Melalui kepemimpinan baru di Kabupaten Lampung Tengah, Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi pembangunan semakin kuat, pelayanan publik semakin berkualitas, serta program pemberdayaan masyarakat mampu mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. (Pemerintah Provinsi Lampung).

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *