LIPI provinsi Lampung, PT.Golden Sari dan BUMD pesawaran akan kolaborasi produksi natrium carbonat dan pengawet alami dari air laut.

482

Pesawaran,- {BN.Net} Di tahun 2020 Dr.Sudibyo Kepala penelitian benda cair LIPI provinsi Lampung bersama rekan-rekan telah melakukan riset dan inovasi dalam proses pengolahan limbah berupa larutan ammoniak atau NH4OH di PT.Golden Sari yang di mix dengan ekstrasi air laut dan karbon dioksida. Kemudian Direktur Utama Perusahaan Perseroan Daerah (PERSERODA) PT.Aneka Usaha Laba Jaya Utama – BUMD kabupaten pesawaran Ahmad Muslimin,SE adakan kerjasama untuk membangun pilot plan produksi natrium carbonat dan air laut sebagai pengawet alami minuman dan makanan kemasan sari buah dan herbal berbahan baku aneka holtikltura jenis buah, sayuran, rempah atau biofarmaka dan bunga. Terutama dari bahan baku; coklat, kapulaga, lemon, kopi, jahe merah, sorgum, pisang, bekatul(kulit Ari beras) dan garam yang ada di kabupaten pesawaran. Untuk menjawab aneka tantangan di massa dan setelah pandemik COVID-19. Lalu Proposal projek di buat oleh LIPI provinsi Lampung di usulkan ke kementerian riset dan teknologi dan Kepala Badan Riset dan inovasi nasional(KEMENRISTEK BRIN) RI. Agar penelitian pembuatan minuman dan makanan sari buah dan herbal dengan pengawet alami natrium benzoat dari natrium carbonat bisa terlaksana dalam skala lab sampai dengan dapat di produksi massal. Dengan harapan adanya produksi tersebut mampu untuk menyehatkan nusabangsa indonesia baik secara kesehatan fisik, kesehatan ekonomi dan kesehatan sosial yang prima.

DIRUT BUMD Pesawaran juga telah membuat business plan Eco-Waterfront Alam Lingkungan dan Industri(E-WALI) City untuk penetrasi dan pengembangan pilot plan produksi natrium carbonat dan pengawet alami dari air laut bersama LIPI provinsi Lampung dan PT.Golden Sari. Kemudian Bapak BUPATI Pesawaran H.Dendi Ramadhona Kaligis,ST.,M.Tr.I.P ketika mendapatkan laporan kegiatan BUMD Pesawaran bersama LIPI provinsi Lampung dan PT.Golden Sari, tersebut. Bapak BUPATI H.DENDI RAMADHONA merespon dengan baik dan BELIAU perintahkan DIRUT BUMD Pesawaran berkoordinasi dengan KADIS Kelautan dan Perikanan kabupaten pesawaran Bapak Joni,AZ untuk siapkan lahan seluas 1Ha di desa durian, kecamatan Padang cermin yang telah ada fasilitas dermaga dan lainnya untuk mendudukkan Pabrikasi Produksi Natrium carbonat dan pengawet alami dari air laut yang bersifat cair, asam dan pedas di kabupaten pusaka pesawaran Andan jejama untuk Lampung berjaya dan Indonesia maju.
Business plan E-WALI City juga telah di paparkan ke Kepala LIPI Provinsi Lampung dan jajarannya yang sebelumnya di ekspose ke Komisaris utama BUMD pesawaran Bapak Prof.Wan Abas Zakaria dan KABAG Perekonomian kabupaten pesawaran selaku pembina BUMD Pesawaran Bunda Merni.

BACA JUGA:  Konsistensi PLN terhadap K3, Enam Unit PLN Lampung Raih Penghargaan Nihil Kecelakaan Kerja dari Kemnaker RI.

Pilot plan produksi natrium carbonat dan air laut telah hasilkan produk pengawet alami, yakni sebagai: “Pengawet alami untuk makanan dan minuman yang bersifat cair, asam dan pedas”.
Selain produk tersebut di atas juga telah menghasilkan produk detergen serbuk dan disinfektan skala LAB yang di laksanakan oleh pusat Pemanfataan dan inovasi IPTEK di LIPI provinsi Lampung.
Sistem dan metode untuk membuat natrium bikarbonat(baking soda dan kalsium klorida dari larutan amoniak/NH4OH rencana pengembangnya juga untuk bahan baku membuat pupuk organik dan sampai dengan hasilkan minyak biota laut sebagai energi baru terbarukan(EBT) dan/atau hasilkan produk turunan lainnya.

Tentang invensi ini adalah, berupa: suatu sistem dan metode untuk membuat natrium bikarbonat(Baking soda atau NaHCO3 dan kalsium klorida/CaCI2) dari larutan amoniak(NH4OH) dengan cara: “kolom karbonasi daur ulang tidak berkait(batch reycle carbontion column) dengan perwujudan sistem”,yang terdiri dari:
1.Tangki penampungan bahan baku.
2.Filter press.
3.Tangki gas karbondioksida.
4.Reactor pengaduk.
5.Air laut.
6.Kolom karbonasi.
7.Penyaring sentrifugal.
8.Pengering baking soda.
9.Tungku pembakaran batu kapur.
10.Reactor pengaduk dengan pemanas.
11.Penyaring sentrifugal.
12.Hammer Mill.
13.Pengering natrium bikarbonat.
14.Kalsium klorida.

Adapun tahapan pada prosesnya adalah:
~>Mencampur Air laut(NaCL) dan larutan NH4OH di tangki pencampuran.
~>Menyaring larutan yang telah di ekstrasi dan mengalirkannya ke kolom karbonasi.
~>kemudian mengalirkan karbondioksida dan mendaur ulang gas karbondioksida ke dalam campuran sampai terbentuk padatan natrium bikarbonat.
~>Menyaring dan mengeringkan natrium karbonat.
~>Larutan NH4Cl dari penyaringan natrium bikarbonat di tambahkan CaO yang di aduk pada reaktor berpemanas yang mengahasilkan serbuk kalsium klorida.
~>Finising menghasilkan pengawet alami untuk makanan dan minuman yang bersifat Cair, Asam dan Pedas.

Hasil riset dan inovasi ini, produknya sangat komersil dengan harga terjangkau dan bahan bakunya mudah di dapat serta tidak mudah habis. Sehingga layak untuk di produksi massal dan di kembangkan. Riset dan inovasi ini juga di abdikan untuk Lampung berjaya dan Indonesia maju, dengan kesehatan prima untuk segenap tumpah darah di tanah air Republik Indonesia tercinta.pangkas (A. Gani)

BACA JUGA:  Riana Sari Arinal Beri Motivasi Pengurus Dekranasda Lampung Barat dan Pengrajin.