Museum Mini Persalinan Pertama di Lampung Diresmikan.

176

Kota Metro,- (BN.Net) Dimeriahkan Berbagai Kegiatan, Sejumlah Tokoh Berikan Dukungan Kepada Museum Mini Santa Maria Metro yang diresmikan dan dibuka untuk umum pada Sabtu sore (120/02/2022).

Klinik Santa Maria sendiri merupakan rumah sakit pertama sekaligus tertua yang berdiri sejak tahun 1938 dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada pertengahan tahum 2021 yang lalu.

Sr. Fransisco dari Klinik Bersalin Santa Maria menjelaskan museum mini ini sendiri berdiri berkat kerjasama dan dukungan dari berbagai kalangan.

“Kami bersyukur berkat kerjasama dan berbagai kalangan museum mini ini dengan segala keterbatasannya semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan museum mini ini menyajikan koleksi berbagai alat yang digunakan sepanjang perjalanan sejarah Klinik Santa Maria.

Museum Pertama di Metro, Ancilla Hernani dari Sahabat Santa Maria menjelaskan kehadiran Museum mini ini juga sekaligus menjadi museum pertama di Kota Metro.

“Kota Metro sendiri telah memiliki Perda terkait Permuseuman sejak tahun 2020 dan akhirnya pada tahun 2022 berkat gotong-royong berhasil mendirikan museum mini ini,” ungkapnya.

Menurutnya museum mini ini sendiri menjadi museum pertama sejak Kota Metro berdiri 84 tahun lalu. Ia juga berharap kedepan akan semakin banyak museum yang berdiri di Kota Metro.

Walking Tour Bersama Dokter Peresmian museum ini sendiri akan dimulai dengan walking tour para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Metro pada Sabtu Sore.

Ketua IDI Metro dr. Agung mengatakan kegiatan pembukaan museum ini sendiri akan dimeriahkan oleh dokter-dokter muda yang tengah menjalani koas di Kota Metro dan juga para onthelist.

“Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan kelak akan menjadi duta bagi kehadiran museum ini sekaligus mempromosikan Kota Metro saat kembali ke daerahnya,”jelasnya.

BACA JUGA:  DPRD Provinsi Lampung Hadiri Pelantikan Percasi Lampung Masa Bakti 2022-2026

Agung juga berharap kedepan wisata kesehatan dan Heritage di Kota Metro akan dapat berkembang.

Beragam Kegiatan Tak hanya membuka museum komunitas juga menggelar berbagai kegiatan mulai dari pemutaran dokumenter Jejak Klinik Santa Maria karya Billy Barley dan penampilan penyanyi cilik Dzamira Nada Farisya (7) pada hari Sabtu (12/2/2022). Selain itu di hari yang sama Gink Technology juga akan merilis aplikasi Metro Walking Tour.

Even lainnya  akan digelar pada Minggu (13/2/2022) seperti peluncuran buku Dakwah Islam dan Misi Katolik di Lampung abad 20 karya Agus Mahfudin Setiawan yang merupakan Dosen UIN Raden Intan Lampung.

Adi Setiawan dari penerbit Pensil Bersejarah mengatakan bahwa kegiatan peluncuran buku akan dilakukan pada Minggu Sore.

“Kegiatan pembukaan museum ini sengaja dilakukan selama dua hari agar tidak terjadi penumpukan pengunjung jika digelar sekaligus dalam waktu yang sama,” jelasnya.

Selain peluncuran buku juga akan digelar Bincang Ontel bersama komunitas Onthelist pada hari Minggu pagi.

Pameran Ontel Edisi Khusus Pembukaan museum mini ini juga akan dimeriahkan dengan pameran sepeda onthel yang digelar oleh Paguyuban Onthel Ria Metro (POTRET).

Akhmad Ketua  POTRET menjelaskan bahwa koleksi yang akan ditampilkan adalah koleksi-koleksi khusus yang sudah cukup langka.

“Lewat pameran ini PORET ingin memulai literasi terkait sejarah sepeda dengan menampilkan koleksi-koleksi unik yang dimiliki oleh anggota-anggota kami sekaligus memberikan literasi sejarah sepeda onthel itu sendiri sebagai budaya bangsa,” jelasnya.

Dihadiri Sejumlah Tokoh Pembukaan museum mini ini sendiri rencananya akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, Walikota Metro dan sejumlah pejabat lainnya.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Metro Seprita mengatakan bahwa selain kehadiran langsung sejumlah tokoh nasional juga telah mengirimkan video ucapan selamat atas pembukaan museum mini pertama di Kota Metro ini.

BACA JUGA:  Gubernur Arinal Siap Lakukan Terobosan dalam Ajang Indonesia Investment Day di Singapura.

“Beberapa diantaranya adalah dr.Jihan Nurlela anggota DPD RI,Itet Sumarijanto Anggota DPR RI dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid,” pungkasnya. (*)