Gubernur Arinal Apresiasi BI Lampung dalam Mendukung Capaian Kinerja Ekonomi dan Menjaga Stabilitas Harga.

276

Bandar Lampung,- (BN.Net) Peran Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung sebagai advisory dan masukan serta rekomendasi yang disampaikan sangat berguna dalam mendukung implementasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

Pernyataan tetsebut disampaikan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dalam acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono, Senin (28/3).

“Masukan dan pandangan tersebut tentu menjadi acuan kami dalam merumuskan berbagai kebijakan serta strategi dalam mendukung pencapaian visi Pemerintah Provinsi Lampung,” kata Gubernur.

Gubernur Arinal memandang bahwa Bank Indonesia Lampung sangat memahami dinamika perekonomian daerah, bukan hanya analisa dan membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah.

Bank Indonesia juga berperan penting dalam kegiatan pengendalian harga di Provinsi Lampung yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“BI Lampung juga sangat berperan dalam mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi digital, ” Kata Gubernur.

Selain itu, tambahnya yang sangat dirasakan juga peran Bank Indonesia dalam rangka mendukung kelancaran sistem pembayaran diantaranya dapat memenuhi kebutuhan uang kartal dalam jumlah yang cukup, pecahan yang pas dan kualitas yang baik untuk Provinsi Lampung.

“Saya melihat perlunya dikuatkan sinergi dan kolaborasi serta dukungan yang terus ditingkatkan dari semua pihak selain dengan Bank Indonesia dalam mendukung akselerasi pemulihan ekonomi di Lampung,” ujar Gubernur.

Masih Kata Gubernur Arinal, kita semua bersyukur bahwa ekonomi Lampung saat ini terus menunjukan perbaikan dan berada pada level rata-rata pertumbuhan pra pandemi sekitar 5,296. Sejak Tw.II-2021, pertumbuhan ekonomi Lampung sudah positif kembali dan keluar dari zona kontraksi. Setelah terkontraksi – 1,67Yo tahun 2020 ditahun 2021 ekonomi Lampung berhasil tumbuh 2,79Y6 (yoy).

Kondisi ini diproyeksikan akan terus membaik dan lebih tinggi lagi ditahun 2022. Perbaikan kinerja ekonomi Lampung di 2022 utamanya ditopang oleh pemulihan konsumsi domestik dan peningkatan kinerja sektor Pertanian dan Industri pengolahan.

BACA JUGA:  FORFIS Tubaba Galang Dana Bantu Pengobatan Balita Tertumpah Air Panas.

Sejalan dengan hal tersebut, terjadi peningkatan — pendapatan per kapita masyarakat sebesar 0,04% dan peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia menjadi 69,90 pada Tahun 2021.

Sebagaimana kita ketahui bersama, ekonomi Lampung di topang oleh 3 sektor Utama yaitu Pertanian (24%), Industri Pengolahan (20%) dan Perdagangan Besar & Eceran (13%).

X Ke depan terdapat tantangan yang harus dihadapi dan dapat mempengaruhi capaian kinerja ekonomi Lampung, seperti krisis geopolitik dunia, permasalahan energi, dan kenaikan harga bahan makanan global. Kita semua tentu berharap agar permasalahan-permasalahan global tersebut dapat segera diselesaikan dan diantisipasi.

Di tengah tantangan tersebut kami meyakini ekonomi Lampung berpotensi untuk terus tumbuh. Terkait hal tersebut, kami bertekad untuk terus mempererat koordinasi dan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, stakeholders yang ada di daerah termasuk dengan Bank Indonesia.

Alhamdulillah berkat kebijakan solid, dukungan dan sinergitas semua stakeholders dan kerja keras kita semua, Provinsi Lampung mendapatkan prestasi yang sangat baik. Sudah lebih dari 60 penghargaan diterima Provinsi Lampung.

Beberapa diantaranya ingin saya sebutkan antara lain Produksi padi tertinggi secara nasional, yang diapresiasi oleh Presiden RI; 10 Besar Provinsi terbaik Pembangunan Daerah Tahun 2021 dari Presiden RI; Anugerah Paramakarya Tahun 2021 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI;

Prestasi lainnya, kata Gubermur, adalah Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; Penghargaan TPAKD Award kategori penyedia akses keuangan sektor pertanian.

Saya mengapresiasi dukungan dan kerjasama dengan Bank Indonesia Provinsi Lampung, yang telah melakukan tugasnya dengan baik dalam mendukung capaian kinerja ekonomi dan menjaga stabilitas harga serta mendukung berkembangannya UMKM di Provinsi Lampung.

Dari sisi perkembangan harga, kita melihat harga – harga di Lampung secara umum relatif stabil selama tahun 2021, dengan realisasi inflasi 2,19% (yoy).

BACA JUGA:  Ahmad Novriwan: Isu Kriminalisasi Pers Masih Ada

Capaian tersebut tentu tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi intensif dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah, yang berjalan dengan baik terutama dalam mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.

“Momentum ini penting untuk membangun sinergitas ke depan, ” Tegas Gubernur.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian kami selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga — adalah bagaimana menciptakan iklim investasi yang kondusif serta terus meningkatkan kontribusi dan produktivitas sektor pertanian dan ketersediaan pasokan bahan pangan melalui implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB).

Fokus pada Pertanian adalah sangat penting, karena Lampung berkontribusi besar bagi penyediaan pangan untuk nasional, baik untuk Sumatera maupun Jawa. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)