Pertegas Pendirian Museum Pers, Wakil Ketua Dewan Pers dan Kepala MPN Kunjungi Tubaba

74

Tulang Bawang Barat,- (BN.Net) Tulangbawang Barat (Tubaba) patut berbahagia. Sebab, dalam waktu dekat kabupaten ini bakal memiliki Museum Pers.

Hal ini terungkap dalam sosialisasi dan diskusi pers yang digelar PWI Tubaba dengan tema ‘Membangun Museum Pers, Kemerdekaan Pers, dan Peran Pers dalam Pembangunan’.

Acara berlangsung di Sesat Agung kompleks Islamic Center Tubaba dihadiri Kepala Monumen Pers Nasional (MPN), Widodo Hastjaryo dan Wakil Ketua Dewan Pers, M Agung Dharmajaya.

Hadir Pj Bupati Tubaba Zaidirina Wardoyo, Sekretaris Daerah (Sekda) Novriwan Jaya, dan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah.

 

Zaidirina menyampaikan, kata Tubaba kini telah menjelma menjadi sebuah nilai, sebuah cita-cita masa depan dari kabupaten tersebut.

“Tubaba sendiri terbagi menjadi dua yakni ciri-ciri ruang dan manusia. Ciri-ciri ruang tercermin di dalam arsitektur seperti Islamic Center, Sesat Agung, dan Pasar Pulung Kencana,” paparnya.

Semua ciri ruang tersebut mengisyaratkan kesederhanaan, tanpa cat dan tanpa polesan, tanpa pagar dan pintu, yang melambangkan keterbukaan.

Adapun ciri-ciri manusia yang sudah layak Tubaba yakni, orang-orang yang memegang prinsip hidup Nenemo atau Nemen (pekerja keras), Nedes (tidak mudah menyerah), dan Neremo (memiliki keikhlasan).

 

Dia menjelaskan, saat ini dibangun sebuah kawasan baru, calon kota di Tubaba yang dinamakan Uluan Nughik.

“Teman-teman dari suku badui di Kanekes, Lebak, Banten yang telah menghadiahkan satu unit rumah, dibangun di Uluan Nughik sebagai simbol peletakkan batu pertama kawasan tersebut,” terangnya.

Terkait museum pers, menurut dia, merupakan langkah awal dan tonggak sejarah bagaimana Tubaba dan pers dapat berjalan bersama, membangun Tubaba.

Sementara itu, Wirahadikusumah menyampaikan, acara ini memang menjadi sebuah titik dari kemajuan pers di Tubaba.

 

BACA JUGA:  Gubernur dan Pimpinan DPRD Lampung Tandatangani Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019.

Wacana pendirian museum pers di Tubaba, lahir di September 2021 saat pelaksanaan konferensi kerja.

“Untuk bisa tercapainya tujuan dan apa yang diinginkan oleh keluarga besar PWI, tentunya kami tidak bisa melakukan sendiri perlu kolaborasi dari semua pihak,” imbuhnya. (*)