KPPU Kanwil II Melakukan Pengawasan Terhadap Komoditas Penyumbang Inflasi Di Provinsi Lampung

33

Lampung,- (BN.Net) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil II melakukan pengawasan terhadap komoditas yang memberikan andil dalam pembentukan inflasi di Provinsi Lampung.

Tingkat inflasi didominasi oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis.

Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, Provinsi Lampung mengalami inflasi
sebesar 0,73 persen pada Juli 2022 (month-to-month). Lima besar komoditas
penyumbang inflasi yaitu cabai merah sebesar 0,25 persen, angkutan udara
0,11 persen, bawang merah 0,09 persen, rokok kretek filter 0,06 persen dan
daging ayam ras 0,05 persen.

Sejalan dengan hasil pemantauan KPPU Kanwil II terhadap harga bahan pangan
pokok pada Juli 2022, harga beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan
yang cukup signifikan. Harga cabai merah mengalami kenaikan 34,27 persen,
bawang merah mengalami kenaikan sebesar 14,02 persen dan daging ayam ras
naik 2,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga cabai merah
dan bawang merah disebabkan oleh faktor cuaca dan biaya transportasi,
kenaikan harga daging ayam ras masih disebabkan oleh kenaikan harga
sapronak (sarana produksi peternakan).

“Sektor pangan merupakan salah satu
daripada banyak sektor yang menjadi objek pengawasan KPPU Kanwil II,” kata Wahyu Bekti Anggoro, Kepala Kantor KPPU Wilayah II.

Selanjutnya, pada pengamatan harga bahan pangan pokok bulan Agustus 2022,
terpantau pergerakan harga beberapa komoditas yang pada bulan sebelumnya
menyumbang inflasi terbesar di Provinsi Lampung sudah menunjukan trend
penurunan harga yang signifikan.

“Diharapkan dengan trend penurunan harga tersebut dapat berpengaruh terhadap penurunan inflasi di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Atas komoditas utama penyumbang inflasi tersebut, KPPU Kanwil II akan terus
melakukan pemantauan.

“Pelaku usaha dihimbau tidak memanfaatkan situasi dengan memainkan harga untuk memperoleh keuntungan yang eksesif. Mengingat struktur pasar pada komoditas tersebut cenderung oligopoli dan monopoli,” tambahnya.

BACA JUGA:  Mingrum Gumay Gelar Kegiatan IPWK Di Kampung Bandar Agung.

KPPU Kanwil II akan menindaklanjuti baik melalui penegakan hukum persaingan usaha maupun pemberian saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah, jika ditemukan adanya perilaku anti persaingan yang dapat berpengaruh pada tingkat inflasi baik di tingkat daerah dan nasional. (*)