Risnawati Semangat Dampingi Ibunda Cuci Darah Tanpa Biaya Dengan JKN

oleh -143 views

Lampung Utara,- (BN.Net) Sudah 2 bulan lamanya Naniah (55) divonis menginap gagal ginjal dan harus menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis) untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penumpukan limbah, racun dan cairan dalam tubuh yang disebabkan oleh menurunnya fungsi ginjal dalam menyaring limbah sisa metabolisme tubuh dari dalam darah dan membuangnya melalui urin.

Dikarenakan kondisi kesehatannya yang sempat menurun, saat ini sudah 10 hari Naniah menjalani rawat inap di RSD Mayjend HM Ryacudu dan selama itu pula ia didampingi oleh putrinya, Risnawati (35). Kepada Tim Risnawati bersedia untuk membagikan pengalamannya selama mendampingi pengobatan sang ibu, Senin (20/02).

“Awalnya tidak ada gejala sama sekali, lalu tiba-tiba kondisi ibu saya menurun dengan cepat sampai akhirnya divonis terkena gagal ginjal oleh dokter 2 bulan yang lalu,” ujar Risnawati.

Sejak saat itulah Naniah rutin menjalani prosedur cuci darah di rumah sakit untuk menjaga kondisi kesehatannya. Beruntung Naniah telah menjadi Peserta JKN segmen PBI APBN sehingga seluruh pengobatannya ini dapat ia jalani tanpa biaya karena telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Ibu saya bolak-balik ke rumah sakit beberapa bulan ini, lalu sekarang harus cuci darah rutin juga. Belum lagi kalau kondisinya drop seperti ini yang mengharuskan ibu saya untuk opname. Dengan kondisi perkonomian kami yang tidak stabil, darimana kami mencari biaya untuk kesembuhan ibu jika kami tidak memiliki JKN?”, lanjutnya.

Risnawati memahami biaya pengobatan sakit ginjal sangatlah besar, untuk itu ia berterima kasih atas iuran yang dibayarkan oleh peserta JKN yang telah membantu membiayai seluruh pengobatan ibunya.

“Saya tahu prinsip gotong royong dalam Program JKN dimana iuran peserta yang sehat akan digunakan untuk membiayai pengobatan peserta yang sakit. Kami sangat berterima kasih, semoga ini jadi ladang pahala seluruh masyarakat yang telah rutin membayar iuran JKN,” ungkap Risnawati.

Selain manfaat Program JKN yang sangat besar, Risnawati juga puas dengan layanan kesehatan yang diterima oleh ibunya.

“Pelayanan di rumah sakit bagus, nakesnya tanggap dan sangat ramah. Kami tidak merasa didiskriminasi dengan pasien umum, selain itu sejauh ini seluruh pengobatan yang dijalani ibu saya tidak pernah dipungut biaya sepeserpun. Obat-obatannya juga saya tebus di apotek rumah sakit semua dan gratis,” ujarnya.

Risnawati mengaku tidak memiliki keluhan terhadap keberlangsungan Program JKN karena tidak pernah menghadapi masalah saat mengakses layanan kesehatan baik di puskesmas atau di rumah sakit.

“Saya tidak pernah menemui kendala kok selama berobat menggunakan JKN. Layanan di rumah sakit ini juga menurut saya sudah baik, kami cukup puas dengan fasilitas yang ada. Saya sangat berharap seluruh peserta JKN yang sakit akan dilayani dengan baik seperti ibu saya, bahkan kalau bisa kedepannya kualitas pelayanan kesehatan akan ditingkatkan. Saya berdoa semoga Program JKN akan terus berlangsung untuk membantu masyarakat,” tutup Risnawati,” (Rofiq)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat