Banten, – Rombongan JMSI Lampung HPN Banten 2026 berangkat dari Universitas Islam Negeri Syekh Moh. Nawawi Albantani, Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu (08/02/2026).
Tujuan mereka adalah Kampung Lampung Cikoneng dan Makam Maulana Yusuf Hasanuddin, dua destinasi yang kaya akan sejarah dan budaya.

Mereka berangkat dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi, siap untuk menemukan cerita-cerita menarik dan menginspirasi.
Kampung Lampung Cikoneng di Jl. Raya Anyer-Sirih, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, adalah salah satu destinasi yang mereka kunjungi. Kampung ini dikenal sebagai salah satu kampung adat yang masih mempertahankan tradisi dan budaya Lampung.
Kepala Desa Cikoneng, Thomas Herrey Irawan, menceritakan bahwa Masyarakat Asli Lampung pertama kali menetap di Cikoneng pada tahun 1470. Mereka diundang untuk datang ke Cikoneng oleh Kesultanan pada waktu itu masyarakat Lampung dari tanah leluhur mereka di Sumatera ke Banten.
“Pada waktu itu datang dengan 40 orang (busway) dari 9 keluarga (kebuayan) yang berbeda, yaitu;
1 buway Aji
2 buway runjung
3 buway pandan
4 buway mesindi
5 buway kuning
6 buway buway bulan
7 buway keminca bawo
8 buway arong
9 buway jahe
Thomas juga menambahkan bahwa masyarakat Lampung yang menetap di Cikoneng masih mempertahankan tradisi dan budaya mereka, termasuk bahasa Lampung yang masih digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari. Hal ini membuat Cikoneng menjadi salah satu kampung adat yang unik dan menarik untuk dikunjungi.
Dengan demikian, Thomas berharap bahwa kunjungan rombongan JMSI Lampung HPN Banten 2026 dapat membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya dan sejarah Lampung yang kaya dan beragam.
Nikmatullah, warga Cikoneng, mengatakan bahwa masyarakat setempat masih melestarikan bahasa Lampung dengan menggunakan bahasa lampung sebagai alat komunikasi. “Masyarakat asli yang tinggal disini masih menggunakan bahasa lampung,” cetusnya.

Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan sebagai leader menyampaikan bahwa Perjalanan ini sangat penting bagi kami, karena kami dapat mempelajari dan memahami lebih dalam tentang sejarah dan budaya Lampung.
“Kami berharap kunjungan ini dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya dan sejarah Lampung yang kaya dan beragam.”kata Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan.
Ahmad Novriwan juga menambahkan, “Kami mengharapkan agar masyarakat Lampung dapat terus melestarikan budaya Lampung, seperti yang tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Lampung Rahmat Mirzani Djausal tentang Kamis Berbudaya. Dengan demikian, kita dapat menjaga dan mempromosikan budaya Lampung kepada generasi muda dan masyarakat luas.” Tambahnya.
Setelah itu, rombongan akan menuju Makam Maulana Yusuf Hasanuddin, salah satu tokoh penting dalam sejarah Banten. Makam ini merupakan tempat ziarah yang populer bagi masyarakat Banten dan merupakan salah satu destinasi wisata religi yang penting.
Perjalanan ini tidak hanya tentang mengeksplorasi destinasi, tetapi juga tentang memahami dan menghargai budaya dan sejarah Banten. Mereka berharap dapat membagikan cerita-cerita menarik dan menginspirasi dari perjalanan ini kepada masyarakat. (Syah)








