Nizhny Novgorod, Rusia, — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) di kancah internasional. Refly Setiawan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBL yang saat ini tengah menempuh studi doktoral dan menjalankan riset di luar negeri, meraih penghargaan dari Institute of International Relations and World History (IMOMI), Lobachevsky University, Rusia.
Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Refly sebagai salah satu peneliti muda berprestasi di lingkungan akademik Rusia. Ia dinobatkan sebagai peneliti muda terbaik tingkat universitas dan fakultas, serta berhasil menempati peringkat ketiga peneliti muda terbaik tingkat Kota Nizhny Novgorod, Rusia.
Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri karena Refly tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia dan Universitas Bandar Lampung dalam ekosistem akademik internasional. Melalui aktivitas risetnya, ia turut memperkenalkan budaya, identitas, dan sejarah bangsa Indonesia di lingkungan akademik Rusia.
Selain aktif sebagai peneliti, Refly juga dipercaya mengelola Laboratorium Penelitian Edosei, sebuah laboratorium sosial di Kota Nizhny Novgorod yang berfokus pada kajian budaya, identitas, dan sejarah bangsa. Laboratorium tersebut menjadi ruang penting bagi pengembangan riset sosial-humaniora, terutama dalam memperkuat kajian lintas budaya, identitas kebangsaan, dan hubungan antarbangsa.
Prestasi lain yang turut diraih Refly adalah pengakuan sebagai peneliti muda asing dengan kategori publikasi terbanyak di Rusia berdasarkan standar Высшая аттестационная комиссия (VAK) atau Komisi Atestasi Tinggi Rusia. Atas produktivitas dan konsistensinya dalam riset, ia juga memperoleh dukungan bantuan penelitian dari pemerintah Rusia.
Saat ini, Refly tengah menjalankan penelitian di dua negara, yakni Turki dan Rusia, secara bersamaan. Penelitian tersebut menjadi bagian dari proses akademiknya menuju penyelesaian studi doktoral atau Ph.D. dalam waktu dekat. Luaran utama dari aktivitas akademik tersebut diarahkan pada penguatan riset sosial, budaya, identitas, dan sejarah bangsa, khususnya dalam konteks hubungan antarnegara.
Refly menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk membawa nama Indonesia dalam percaturan akademik global.
“Alhamdulillah, capaian ini saya persembahkan untuk Indonesia dan Universitas Bandar Lampung. Saya menulis afiliasi sebagai dosen UBL dan berupaya memperkenalkan budaya bangsa Indonesia melalui riset yang saya jalankan di Rusia,” ujar Refly Setiawan melalui keterangan tertulis, Jumat, (19/6/2026).
Ia menambahkan, dalam waktu dekat dirinya juga dijadwalkan mengikuti agenda penelitian global di Sochi, Rusia, pada November mendatang. Forum tersebut menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan para peneliti dari berbagai wilayah di Rusia.
“Dalam waktu dekat ini saya juga mendapatkan undangan dan dijadwalkan mengikuti agenda penelitian global di Sochi, Rusia, pada November mendatang. Agenda tersebut menjadi salah satu forum penting yang mempertemukan para peneliti dari berbagai wilayah di Rusia,” tambahnya.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Refly Setiawan menunjukkan bahwa dosen UBL mampu berkiprah dalam ekosistem akademik internasional dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan reputasi Indonesia di dunia.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung. Kehadiran dosen UBL dalam forum akademik internasional membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia kita mampu bersaing secara global. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UBL untuk terus memperluas jejaring, menghasilkan riset bermutu, dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Yusuf.
Capaian Refly Setiawan menjadi bagian dari upaya UBL dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, pengembangan riset, serta kontribusi akademik lintas negara. Melalui prestasi ini, UBL menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dosen dan akademisi untuk terlibat aktif dalam riset global yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia akademik internasional. (***)






