Polinela Ubah Kotoran Sapi Jadi Biogas, Bantu Petani Pringsewu Hemat LPG

oleh -87 views

Pringsewu,-  Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerapkan teknologi biogas berbahan baku kotoran sapi pada Kelompok Tani Sidomulyo, Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus menyediakan energi alternatif dan pupuk organik bagi masyarakat. Tim pelaksana program tersebut terdiri atas Ir. Agus Apriyanto,S.T.,M.T., Ir. Adam Wisnu Murti, S.T.,M.T., Feny Setiawan,S.T.,M.T., Ir. Retno Wahyudi, S.Pd.,M.T., bersama dengan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif Polinela.

Kelompok Tani Sidomulyo memiliki 38 anggota yang sebagian besar menjalankan usaha pertanian dan peternakan sapi skala rumah tangga. Sebelum program dilaksanakan, kotoran sapi umumnya ditumpuk di sekitar kandang, sementara kebutuhan memasak masih mengandalkan LPG dan kayu bakar.

Ketua Pelaksana Pengabdian, Ir. Agus Apriyanto, S.T., M.T., mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan instalasi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengelola teknologi secara mandiri.

“Kami ingin masyarakat tidak sekadar menerima teknologi, tetapi mampu mengoperasikan dan merawatnya. Kotoran sapi yang sebelumnya menjadi limbah kini dapat menghasilkan energi, sedangkan bioslurry-nya dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian,” kata Agus.

Tim Polinela membangun satu unit digester biogas tipe fixed dome berkapasitas 10–12 meter kubik. Instalasi dioperasikan dengan pengumpanan sekitar 70 kilogram kotoran sapi per hari dan mampu menghasilkan rata-rata 2 meter kubik biogas per hari.

Biogas tersebut telah dimanfaatkan secara rutin oleh anggota kelompok untuk memasak. Hasil pemantauan menunjukkan penggunaan biogas mampu mengurangi konsumsi LPG sekitar 30 persen per bulan.

Selain pembangunan instalasi, anggota kelompok memperoleh pelatihan mengenai pencampuran bahan baku, pengoperasian digester, pemeriksaan kebocoran, penggunaan kompor biogas, hingga pemeliharaan dan keselamatan instalasi. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan peserta meningkat, sementara seluruh anggota kelompok mampu mengoperasikan instalasi secara mandiri.

Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Purwanto, menilai teknologi biogas memberikan manfaat langsung bagi anggota kelompok.

“Sebelumnya kotoran sapi hanya ditumpuk di sekitar kandang. Sekarang bisa dimanfaatkan menjadi gas untuk memasak. Selain lingkungan lebih tertata, penggunaan LPG juga bisa dikurangi,” ujar Purwanto.

Manfaat program juga dirasakan pada sektor pertanian. Instalasi menghasilkan sekitar 50 liter bioslurry per hari yang telah dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada lahan seluas satu hektar. Penggunaannya tercatat mampu menurunkan kebutuhan pupuk kimia sekitar 25 persen.

Menurut Purwanto, pemanfaatan bioslurry menjadi nilai tambah karena sebagian besar anggota kelompok menjalankan usaha pertanian dan peternakan secara bersamaan.

“Bioslurry masih bisa kami gunakan untuk lahan pertanian. Jadi manfaatnya tidak hanya mendapat gas, tetapi sisa pengolahannya juga dapat membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia,” katanya.

Agus berharap teknologi tersebut dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat, termasuk memperluas pemanfaatan biogas ke lebih banyak rumah tangga.

“Harapannya program ini dapat mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang sebelumnya belum dikelola secara optimal,” ujarnya.

Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut didukung melalui DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun 2026, dengan melibatkan Pemerintah Pekon Mataram serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Sidomulyo.

Melalui pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas dan pupuk organik, program ini diharapkan menjadi salah satu model penerapan energi terbarukan berbasis masyarakat yang mendukung pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, dan pertanian berkelanjutan di perdesaan. (Red)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *