81 Tahun Indonesia Merdeka, Ade Utami: Ukur Kemerdekaan dari Apa yang Dirasakan Rakyat

oleh -670 views

Bandarlampung, – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, ukuran kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada usia republik, upacara, atau kibaran Merah Putih. Kemerdekaan harus diuji dari pertanyaan yang lebih mendasar: seberapa jauh rakyat merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKS Lampung H. Ade Utami Ibnu dalam peringatan HUT ke-81 RI di pelataran DPW PKS Lampung.

Menurut Ade, kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan petani, nelayan, masyarakat desa, pekerja, hingga generasi muda. Apakah mereka memiliki kesempatan ekonomi, memperoleh pelayanan yang adil, dan memiliki harapan terhadap masa depan. “Kemerdekaan bukan sekadar usia, bukan sekadar upacara, bukan sekadar bendera yang kita kibarkan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan nyata rakyat,” tegasnya.

Ade mengatakan, tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Bagi Lampung, kedaulatan berarti memperkuat petani dan nelayan, mendorong UMKM naik kelas, membuka kesempatan bagi generasi muda, serta memastikan pertumbuhan ekonomi tidak berhenti sebagai angka statistik, tetapi berubah menjadi pendapatan, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan.

Ia juga menegaskan bahwa politik harus kembali pada pertanyaan paling sederhana: persoalan rakyat apa yang bisa diselesaikan? Karena itu, PKS Lampung didorong tidak sekadar menjadi bagian dari dinamika politik, tetapi menjadi bagian dari solusi melalui politik gagasan, pelayanan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan generasi muda, dan kepemimpinan yang bersih serta profesional.

Momentum kemerdekaan itu kemudian diterjemahkan Ade dalam lima gerakan: politik gagasan, hadir melayani, pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan generasi muda, serta kepemimpinan bersih dan profesional. Ia mengingatkan kader agar tidak menunggu jabatan atau momentum politik untuk berbuat. “Hadir sebelum diminta. Bekerja sebelum dipuji. Membantu tanpa menunggu momentum,” ujarnya.

Bagi Ade, jika dahulu para pejuang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka tugas generasi hari ini adalah mengangkat persoalan rakyat dan menghadirkan solusinya. Ukuran pengabdian pun bukan seberapa besar jabatan yang pernah dimiliki, melainkan seberapa lama manfaatnya tetap dirasakan masyarakat. “Jangan kita tanyakan hanya, apa yang sudah kita dapatkan dari Lampung? Tetapi, apa yang sudah kita berikan untuk Lampung?” Dari Lampung, ia menyerukan agar kemerdekaan terus diisi dengan kerja, pelayanan, dan keberpihakan kepada rakyat. (***)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *