Bandar Lampung,- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menghadiri babak Grand Final Fun Battle Coffee Competition dalam rangkaian perhelatan Krakatau Coffee Expo pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026, di Lapangan Saburai, Kamis (27/8/2026).
Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung ketat dan mempertemukan 3 barista yang telah terkurasi dari 72 barista berbakat se-Provinsi Lampung dan telah berkompetisi sejak 25 Agustus 2026. Pada babak pamungkas, dewan juri menetapkan Imam dari Mari-Mari Coffee sebagai Juara 1, disusul Bendo dari Poubar Coffee sebagai Juara 2, dan Jasun dari Nuju Coffee sebagai Juara 3.
Penilaian babak grand final dipimpin langsung oleh dewan juri profesional dan praktisi kopi terkemuka Lampung, antara lain Sandi Prawira Maulana (Calumny Coffee), Julian Dani (Juki Sangrai), Julius (Damai Coffee & Roastery), Ari Oktara (Nyala Roastery), Didi (Abu Hanif Roastery), serta Ferrari (Bengkel Kopi) selaku Head Judge.
Perwakilan dewan juri menyampaikan bahwa keunggulan racikan di babak final ditentukan oleh konsistensi dan keseimbangan cita rasa (balance) kopi.
”Tingkat asamnya tergolong tinggi ya. Jadi ini kami sepakat para juri untuk memilih yang balance istilahnya, jadi seimbang. Jadi yang dikeluarkan tidak hanya level asamnya saja, tetapi seimbang dengan manis dan body-nya gitu. Jadi tadi yang terpilih dua memang sama-sama seimbang ya, tetapi pertimbangan juri tanpa dipengaruhi masing-masing untuk pilihannya,” jelas dewan juri.
Usai penyerahan hasil penilaian, sang jawara, Imam dari Mari-Mari Coffee, berkesempatan menyeduh langsung kopi Arabika asal Lampung Barat di hadapan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Imam memaparkan bahwa dirinya mengaplikasikan alat seduh (dripper) SD-1 buatan anak bangsa dengan formulasi presisi.
”Di final pakai SD-1. SD-1 ini salah satu dripper yang dipakai sama Hiro. Hiro itu adalah salah satu Juara Indonesia juga. Jadi dia punya alat sendiri, dan ini made in Indonesia,” ujar Imam.
Saat mencicipi racikan kopi arabika yang disuguhkan oleh sang juara, Gubernur Mirza mengaku bahwa dirinya merupakan penikmat setia kopi, khususnya espresso. (Pemerintah Provinsi Lampung).







