Tim PKM-K Unila Kembangkan Covalera Sabun Foam Ramah Lingkungan untuk Kulit Sensitif

oleh -1,335 views

Bandarlampung, –  Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Lampung (Unila) menciptakan inovasi produk perawatan tubuh bertajuk Covalera. Produk ini merupakan sabun mandi alami berbentuk busa (foam) yang diformulasikan khusus untuk merawat kulit sensitif sekaligus mendukung kelestarian lingkungan berbasis pemanfaatan hasil samping pertanian lokal.

​Inovasi tersebut sukses meraih pendanaan resmi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 dari kementerian terkait. Tim pengembang Covalera diketuai oleh Pandu Lintang Nugroho (Teknologi Hasil Pertanian), beranggotakan Wayan Lindayani (Akuntansi), Aurelle Yoroshi Siagian (Teknologi Hasil Pertanian), Ratna Puspa Dewi (Teknologi Industri Pertanian), dan Billal Pasha Hendriyadi (Teknik Kimia), di bawah bimbingan dosen pendamping Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si.

​Ketua Tim Covalera, Pandu Lintang Nugroho, memaparkan bahwa pengembangan produk ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kulit sensitif di masyarakat, yang rentan mengalami iritasi akibat paparan surfaktan sintetis seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) pada sabun konvensional. Di sisi lain, potensi komoditas perkebunan di Provinsi Lampung sangat melimpah namun belum dimanfaatkan optimal.

​“Banyak pemilik kulit sensitif mengeluhkan kulit kering dan iritasi setelah mandi dengan sabun sintetis. Covalera hadir sebagai pembersih alami yang lembut, efektif mengangkat kotoran, dan menjaga kelembapan kulit tanpa menimbulkan efek samping iritasi,” jelas Pandu.

​Formulasi Covalera memadukan tiga bahan alami unggulan dengan fungsi spesifik: ekstrak kulit kakao sebagai antioksidan dan antimikroba alami, buah lerak (Sapindus rarak) sebagai surfaktan alami penghasil busa lembut pengganti detergen kimia, serta lidah buaya (Aloe vera) sebagai pelembap (humektan).

​Nilai kebaruan produk ini terletak pada teknologi ekstraksi kulit kakao yang diolah ke dalam skala nanopartikel (di bawah 100 nm). Pengecilan ukuran partikel ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan, stabilitas, serta efektivitas penyerapan bahan aktif pada lapisan kulit.

​Tidak hanya mengedepankan keamanan bahan baku, Covalera juga mengusung konsep ramah lingkungan dan ekonomis. Produk dikemas dalam botol bioplastik PET berukuran 100 mL dan dipasarkan dengan harga terjangkau sebesar Rp32.000 per botol.

​Penerimaan pasar terhadap produk ini terbilang sangat positif. Berdasarkan survei awal yang dilakukan terhadap 31 responden berkulit sensitif di Bandar Lampung, sebanyak 90 persen menyatakan minat tinggi untuk beralih menggunakan Covalera. Dari sisi keberlanjutan usaha, produk ini juga dinilai memiliki kelayakan finansial yang menjanjikan.

​Dosen pendamping, Esa Ghanim Fadhallah, S.Pi., M.Si., mengapresiasi kerja keras tim dan terus mendampingi persiapan legalitas produk. Pendampingan difokuskan pada standarisasi mutu, pengujian klinis keamanan kulit, hingga percepatan perizinan edar BPOM dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

​Melalui hadirnya Covalera, mahasiswa Unila kembali membuktikan kapasitasnya dalam melahirkan wirausaha berbasis riset (technopreneurship). Inovasi ini diharapkan mampu menjadi produk hilirisasi unggulan Unila yang berdaya saing di kancah nasional sekaligus memberi nilai tambah nyata bagi komoditas perkebunan lokal Lampung [Rilis]

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *