Bandarlampung, – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kerja sama dengan Faculty of Education, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Penguatan kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 20 Oktober 2026, di Institute of Leadership and Development (ILD), UiTM, Bandar Enstek, Malaysia.
Penandatanganan MoU tersebut dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmelia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Dr. Albert Maydiantoro, M.Pd. Sementara itu, dari pihak UiTM hadir Prof. Dr. Haji Mohd Sazili Shahibi, J.M.N., Deputy Vice Chancellor (Student Affairs), serta Assoc. Prof. Dr. Shireena Basree Abdul Rahman, Dean Faculty of Education UiTM.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis bagi Unila, khususnya FKIP, untuk memperkuat dan memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta mobilitas akademik.
Kemitraan ini juga menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan program kerja sama yang berkelanjutan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik lintas negara.
Kolaborasi Unila–UiTM telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik internasional. FKIP Unila dan UiTM telah melaksanakan collaborative teaching serta curriculum benchmarking sebagai upaya berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengembangan pembelajaran dan kurikulum pendidikan tinggi.
Dalam bidang konferensi ilmiah, UiTM berperan sebagai co-host 7th International Conference on Progressive Education (ICOPE) 2026 yang diselenggarakan pada 12 September 2026.
Selanjutnya, FKIP Unila berperan sebagai co-host 12th International Conference on University Learning and Teaching (InCULT 2026) pada 20–21 Oktober 2026. Keterlibatan kedua institusi dalam penyelenggaraan konferensi internasional tersebut menjadi wujud kolaborasi dalam memperluas diseminasi hasil penelitian, pertukaran gagasan, dan pengembangan inovasi pendidikan.
Kerja sama ini juga berlanjut pada pengembangan mobilitas mahasiswa. Program Student Exchange FKIP Unila–UiTM dijadwalkan berlangsung pada 2–30 November 2026.
Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP Unila untuk memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan akademik internasional, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun jejaring dengan mahasiswa dan sivitas akademika UiTM. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam memperkuat internasionalisasi pembelajaran dan meningkatkan kompetensi global mahasiswa.
Melalui MoU yang telah ditandatangani, Unila dan UiTM berkomitmen memperkuat kegiatan kolaboratif yang telah berjalan sekaligus membuka peluang kerja sama baru.
Ruang lingkup kemitraan mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan program akademik, research grants, proyek inovasi, penyelenggaraan konferensi dan seminar internasional, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas akademik, memperluas pertukaran pengetahuan, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi.
Perkuat Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals
Kerja sama internasional Unila dan UiTM juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui program-program kolaboratif yang dikembangkan, kedua institusi berupaya tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan inovasi, dan penguatan kemitraan global.
Kontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) diwujudkan melalui collaborative teaching, curriculum benchmarking, dan program student exchange. Kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi dosen untuk berbagi pengalaman dan praktik pembelajaran, sekaligus memberikan pengalaman akademik lintas negara bagi mahasiswa.
Pertukaran pengetahuan dan perspektif internasional diharapkan memperkaya proses pembelajaran, meningkatkan kompetensi global mahasiswa, serta mendukung pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini diharapkan turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Sementara itu, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) didukung melalui penguatan penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi pendidikan. Keterlibatan Unila dan UiTM dalam konferensi internasional, termasuk ICOPE 2026 dan InCULT 2026, menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti untuk berbagi hasil penelitian, mendiskusikan tantangan pendidikan, serta mengembangkan gagasan inovatif.
Kolaborasi riset yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong lahirnya pengetahuan baru dan solusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Adapun SDG 17 (Partnerships for the Goals) tercermin secara langsung melalui penguatan kemitraan kelembagaan antara Unila dan UiTM.
Penandatanganan MoU menjadi landasan untuk memperluas jejaring akademik internasional, mengoptimalkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya, serta mengembangkan program pendidikan dan penelitian secara berkesinambungan. Melalui kemitraan ini, kedua institusi memiliki peluang untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan dan memberikan dampak lebih luas bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Dengan demikian, kerja sama Unila–UiTM diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi dan daya saing internasional kedua institusi, tetapi juga memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pengembangan sumber daya manusia, inovasi pendidikan, dan kemajuan pendidikan tinggi. Dampak tersebut akan semakin nyata melalui pelaksanaan program kolaboratif yang terencana, terukur, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.
Melalui sinergi kelembagaan dan implementasi berbagai program akademik, Unila bersama FKIP menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi global, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, serta membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan bersama UiTM Malaysia. [Rilis]







