Lampung Selatan,- (BN.Net) Dalam rangka kunjungan media bersama Otomatis Jasa Keuangan (OJK) ke Jln. Musa Laksamana no.1, Desa Cintamulya, Kecamatan Candi Puro, Kabupaten Lampung Selatan, dalam pengelolaan keuangan dengan mengangkat tema “Desa Inklusi Mendorong Perkembangan Perekonomian Desa”, di ruang pertemuan Balai Desa setempat, Selasa (30/11/2021).
Dalam sambutannya Dwi Haryani, A. Md selaku Kepala Desa setempat dalam sambutannya mengatakan bahwa desa tersebut memiliki potensi dalam segi pendidikan sehingga dapat dikatakan sebagai desa Pendidikan berbasis Islam.

“Di Desa kami memiliki beberapa pesantren dan formal mulai dari Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliah, di Desa kami dalam perekonomian 62% bergerak di bidang pertanian, 9% buruh tani, dan lain sebagainya, kedepannya semoga menjadi Desa yang sejahtera dan mandiri,” ucap Dwi saat menyampaikan sambutan.
Ditempat yang sama Bambang Hermanto selaku kepala OJK Lampung saat menyampaikan sambutan mengatakan bahwa di Provinsi Lampung telah memiliki 12 investasi, 8 diantaranya ada di perguruan tinggi dan 4 sudah tersebar di desa-desa di Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran, kedepan pihaknya juga akan mendorong untuk di sekolah-sekolah mulai dari tingkat SLTA.

“Desa Cintamulya ini dikatakan desa Inklusi karena dalam pengelolaan keuangan dengan memanfaatkan aplikasi, dan ini akan kami kembangkan untuk di sekolah-sekolah yaitu galeri edukasi, dan akan kami coba mulai dari SMA,” ucap Bambang.
Dalam pemaparannya Muhammad Taba selaku Sekretaris Desa setempat dalam pemaparannya mengatakan selain E-BRI Ling Desa tersebut juga menggunakan Laku Pandai yang dapat dilakukan 24 jam.
“Desa Cintamulia dalam pengelolaan keuangan memiliki Lembaga ekonomi unit usaha Desa, BUMDES, Aku Pandai, E-Smart.
Solihin selaku penggerak inklusi keuangan di Desa, menurutnya dalam menggerakkan keuangan harus one stop layanan keuangan itu sudah merata, Agen Aku Pandai di Desa ada dua, yang dikelola oleh Pemerintah Desa dan Masyarakat.
“Akses untuk ke ATM mini, baik BRI Ling maupun agen laku pandai itu sudah banyak cuma dari sisi pemahaman investasi dan pasar modal ini yang masih sangat minim, masih sering didengar itu di masyarakat, korban-korban penipuan berdasar awalnya itu investasi, gak taunya investasi bodong,” kata Solihin.

Diketahui bahwa Desa Cintamulya terdiri dari delapan Dusun, yaitu Umbul Bumen, kampung Baru, Mulyajadi 1, Mulyajadi 2, Cirebon 1,Cirebon 2, Sindangayu 1, Sindangayu 2, Khusnul Khatimah (40) warga RT 04, Dusun 02, Desa Cintamulya yang telah melakukan inklusi keuangan saat dikonfirmasi di tempat usahanya menyampaikan bahwa pihaknya dalam menekuni usaha yang dilakukan selama satu tahun belakangan ini dapat meraut keuangan hingga satu juta rupiah perharinya.
“Belum lama ya paling baru 1 tahun ini lah, program yang sudah dilakukan ada yang mayoritas petani membantu ekonomi keluarga juga bagi saya, ini banyak sekali peminatnya, banyak gak cuma daerah sini aja Dusun Mulyajadi dan Cirebon juga,” kata Khusnul Khatimah. (Syahrial)






