,

Raih Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-Sumatera, Kondisi Fiskal Provinsi Lampung Terjaga Baik

oleh -2,527 views

Bandarlampung, – (BN.Net) Bandar Lampung, 28 Mei 2025 – Kabar baik datang dari Kondisi Makro Ekonomi Provinsi Lampung. Hingga akhir bulan April 2025, PDRB Triwulan I 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi seSumatera, yaitu 5,47% (yoy). Nilai ini melampaui rata-rata pertumbuhan nasional 4,87% (yoy) dan regional

Sumatera 4,85% (yoy). Keberhasilan ini mencerminkan resiliensi dan momentum pemulihan ekonomi

yang kuat, yang tidak lepas dari peran sektor Lapangan Usaha Jasa Lainnya (tumbuh 9,66% yoy) dan

kinerja ekspor (tumbuh 12,96% yoy) yang terus membaik.

Keberhasilan juga diperoleh pada sisi Perdagangan Internasional. Neraca Perdagangan Maret

2025 mencatatkan kinerja baik dengan Surplus Perdagangan sebesar US$412,09 juta. Namun tetap perlu

waspada terhadap tantangan di masa depan yaitu potensi penerapan tarif resiprokal 32% Amerika Serikat

ke depan dan penurunan harga komoditas global yang menjadi unggulan ekspor Lampung (CPO dan

kopi). Kinerja Ekspor tumbuh 11,61% (mtm) ditopang industri pengolahan, pertambangan, dan pertanian.

Sementara itu sektor Impor mengalami kontraksi –41,49% (mtm) akibat penurunan impor barang modal

dan bahan baku serta pembatasan importasi beras dan gula untuk konsumsi.

Hingga 30 April 2025, Provinsi Lampung mengalami inflasi 2,80% (yoy) dan 1,19% (mtm).

Kenaikan inflasi tahunan didorong oleh peningkatan harga emas sedangkan kenaikan inflasi bulanan

akibat normalisasi tarif listrik seiring berakhirnya program subsidi tarif listrik 50% untuk pelanggan rumah

tangga.

Kinerja APBN Lampung Hingga 30 April 2025 Resilien dan Akseleratif

Realisasi APBN hingga 30 April 2025 menunjukkan tren pertumbuhan Pendapatan Negara.

Tercatat pendapatan sebesar Rp3,59 triliun, atau 32,35% dari target, tumbuh 30,83% (yoy) masuk ke

dalam rekening kas negara. Pertumbuhan secara tahunan ini utamanya didorong oleh akselerasi

pendapatan Bea Keluar (832,77% yoy), disusul Pajak Lainnya (771,74% yoy), dan Cukai (174,06% yoy).

Ditinjau dari jenis pendapatan, Penerimaan Perpajakan menghasilkan pendapatan sebesar

Rp3,07 triliun (30,67% dari target). Penerimaan Perpajakan tersebut terdiri dari Pajak Dalam Negeri

sebesar Rp1,96 triliun (tumbuh 2,04%, yoy) dan Pajak Perdagangan Internasional sebesar Rp1,12 triliun

(tumbuh 240,41%, yoy). Secara detail, dengan meningkatnya kinerja perdagangan internasional Lampung

hingga April 2025, Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat membukukan Pajak Dalam

Rangka Impor (PDRI) sebesar Rp691,93 miliar (tumbuh 8,6%, yoy) dan Pajak Penghasilan Ekspor

sebesar Rp62,8 miliar (tumbuh 1,52%, yoy). Dari sisi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),

penerimaan negara berhasil tercapai sebesar 521,20 miliar, atau 47,85% dari target, tumbuh 3,93% (yoy).

Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp9,87 triliun, atau 31,11% dari pagu, turun -3,37% (yoy).

Rincian Belanja Negara yaitu Belanja K/L sebesar Rp2,13 triliun, atau 24,58% dari pagu, turun -31,38%

(yoy) seiring kebijakan efisiensi anggaran, sedangkan Transfer ke Daerah (TKD) telah tersalur sebesar

Rp7,74 triliun, atau 33,57% dari target salur, naik 8,87% (yoy). Fokus terhadap TKD ini menunjukkan

bahwa dukungan fiskal untuk urusan daerah Lampung tetap menjadi prioritas. Ke depan, efisiensi

anggaran yang telah dilaksanakan Kementerian/Lembaga akan ditransmisikan kembali ke regional

Lampung menjadi belanja yang langsung menyentuh masyarakat melalui program prioritas pemerintah

antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan lainnya.

Percepatan Penyaluran TKD ditopang oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar

Rp5,13 triliun, tumbuh 4,26% (yoy); Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp142,48 miliar, tumbuh 61,48%

(yoy); Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) sebesar Rp1,43 triliun, tumbuh 36,13% (yoy); Dana Desa

Rp1 triliun, terkontraksi –2,12% (yoy); dan Insentif Fiskal Rp26,56 miliar, tumbuh 48,17% (yoy).

Defisit Anggaran terus melanjutkan tren menyempit, pada akhir bulan April tercatat defisit sebesar

Rp6,27 triliun, atau menyempit -15,97% (yoy). Indikator ini mencerminkan kinerja positif penerimaan yang

ditopang Bea Keluar Pungutan Ekspor serta pengelolaan belanja yang lebih efisien. Defisit

menggambarkan peran APBN sebagai peredam guncangan (shock absorber) atas dampak ketidakpastian

perekonomian global untuk menjaga daya beli masyarakat Lampung.

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Provinsi Lampung

Melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang ditetapkan 27 Maret 2025 lalu, Presiden Prabowo

menginstruksikan percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan

beranggotakan masyarakat dengan tujuan mendorong kemandirian ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan bersama, mengoptimalkan potensi lokal, dan meningkatkan daya tawar pelaku usaha kecil.

Selain itu, koperasi dimaksud akan dapat berperan sebagai akselerator, konsolidator, dan agregator usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Progres pembentukan Koperasi Merah Putih di Provinsi Lampung terlaksana akseleratif. Per 13Mei 2025, Desa/Kelurahan yang sudah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus)pembentukan Koperasi Merah Putih berjumlah 1.486 Desa/Kelurahan (56,05% dari target 2.651 Desa/Kelurahan se-Provinsi Lampung).

Terdapat 3 Kabupaten dengan tingkat capaian Musdesus tertinggi yaitu Kabupaten Tanggamus,tercapai 300 Desa dari target 302 Desa, Kabupaten Lampung Utara tercapai 239 Desa dari target 247 Desa, dan Kabupaten Way Kanan tercapai 158 Desa dari target 227 Desa. Ke depan, koperasi diharapkan mampu beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa dan perekonomian di regional Lampung. (*Red)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *