Gubernur Lampung Apresiasi Paguyuban Panji Sewu: Suran dan Jamasan Pusaka Jaga Akar Budaya di Tengah Modernisasi

oleh -2,870 views

Pringsewu,- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung Achmad Syaifullah, SH., MH, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu atas konsistensinya merawat tradisi Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutan pada rangkaian persiapan acara tahunan yang mengusung tema “Generasi Muda Lestarikan Budaya Bangsa” digelar di Sukoharjo III RT/RW 004/004, Sukoharjo, Pringsewu, Minggu, (28/06/2026)

“Saya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Panji Sewu dan seluruh pihak yang dengan penuh ketulusan terus merawat tradisi ini. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, ikhtiar seperti inilah yang membuat warisan budaya tetap hidup, terus dikenal, dan memiliki tempat di hati masyarakat,” ujar Achmad Syaifullah.

Dalam sambutannya, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mendokumentasikan acara melalui foto atau media sosial, tetapi juga membawa pulang makna dari tradisi tersebut.

“Sebuah tradisi akan tetap hidup bukan karena sering ditampilkan, melainkan karena nilai yang dikandungnya terus dipahami dan diwariskan. Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah sebuah seremoni. Tetapi ketika maknanya tetap dijaga, tradisi akan selalu menemukan tempatnya di setiap generasi,” jelasnya.

Mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Kesbangpol Lampung Achmad Syaifullah menilai tradisi Suran sangat relevan di tengah dinamika kehidupan saat ini. Menurutnya, prosesi Suran mengajak masyarakat untuk “berhenti sejenak” guna melihat kembali perjalanan hidup, memperbaiki niat, dan langkah sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya.

Hal serupa juga ia sampaikan terkait prosesi Jamasan Pusaka. “Sepintas, prosesi ini tampak seperti membersihkan benda-benda pusaka. Namun yang sedang dirawat sesungguhnya adalah rasa hormat kepada sejarah dan ingatan tentang perjuangan para pendahulu. Pusaka menjadi berharga karena mengingatkan kita tentang keteguhan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat gotong royong,” katanya.

Ia juga menyoroti peran generasi muda. Menurutnya, melestarikan budaya tidak cukup dengan menyelenggarakan acara tahunan, tetapi harus memastikan anak muda memahami cerita, nilai, dan bangga untuk meneruskannya. Ia mengapresiasi anak muda yang kini memperkenalkan budaya melalui karya kreatif, media digital, film pendek, hingga komunitas seni.

“Saya berharap Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara terus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta mengingatkan kita bahwa kemajuan akan selalu lebih kokoh apabila dibangun di atas akar budaya yang kuat,” tutupnya.

Acara Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara diselenggarakan oleh Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu, dengan Ketua Panitia Suryono Candra dan Ketua Umum Dony Estavianto. Persiapan acara telah mencapai 85% dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. (Syah)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *