Tasyakuran HUT ke-64 Puja Kusuma Digelar Wayang Kulit, Pesan Sultan HB X: Nguri-uri Budaya Jawa di Lampung

oleh -1,872 views

Lampung Selatan, – Suasana Padepokan Puja Kusuma di Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, meriah sejak sore, Rabu (01/07/2026)

Hari ini diperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Puja Kusuma, paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera, yang dirayakan dengan pertunjukan Wayang Kulit.

Hadir dalam pembukaan wayang kulit tersebut, wakil bupati Lampung Selatan, pembina Puja kusuma, ketua puja kusuma, tokoh adat, tokoh budaya, tamu undangan, anggota puja kusuma, serta masyarakat sekitar.

Pembinaan paguyuban ini berada di bawah naungan Sultan Hamengkubuwono ke-X.

Ketua Puja Kusuma, Nuryono saat diwawancarai menyampaikan pesan yang disampaikan langsung Sultan HB X saat berkunjung ke padepokan di Kemiling, Kota Bandar Lampung pada waktu lalu.

“Pesan dari Sultan Hamengkubuwono ke-10, orang Jawa yang ada di Lampung diminta untuk menguri-uri budaya Jawa yang ada di Lampung dan terus dilestarikan. Beliau berharap Puja Kusuma dapat bekerja sama dengan seni budaya yang ada di Lampung, dengan semboyan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” kata Nuryono.

Ia menegaskan, sebagai pendatang, masyarakat Jawa di Lampung harus sadar untuk menjaga dan merawat budayanya.

“Kita menyadari kita pendatang. Kita harus nguri-uri budaya kita yang ada di Lampung. Dan di sini, Padepokan ini menjadi tempat untuk latihan seni budaya yang ada di Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina Puja Kusuma Darmadi CP, menjelaskan makna nama Puja Kusuma itu sendiri.

“Puja Kusuma artinya Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Tujuannya untuk merekatkan tali silaturahmi sesama suku maupun antar suku. Selain itu untuk mempersatukan dan mempererat persatuan agar saling menghormati,” jelas Darmadi.

Lebih dari itu, Puja Kusuma juga berkomitmen menjadi bagian dari pembangunan daerah.

“Tujuan kami juga untuk terus berperan aktif membantu pemerintahan membangun Provinsi Lampung, khususnya Lampung Selatan,” tutupnya.

Perayaan dengan Wayang Kulit malam ini menjadi simbol nyata, merayakan usia ke-64 dengan melestarikan budaya, mempererat persaudaraan, dan menguatkan peran sosial di Bumi Lampung. (Syah)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *