Riset Pariwisata Bahari Berkelanjutan Antar Suhaimi Menjadi Doktor Keempat UBL

oleh -1,367 views

Bandarlampung, – Pengembangan wisata bahari berkelanjutan tidak cukup hanya menghadirkan pengalaman yang menyenangkan. Nilai destinasi, kualitas pengalaman, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun loyalitas wisatawan setelah kunjungan.

Temuan tersebut disampaikan Suhaimi, mahasiswa Program Doktor Manajemen Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mempertahankan disertasi berjudul “Model Pembentukan Perilaku Pascakunjungan Wisatawan Snorkeling: Peran Willingness to Support a Destination dan Environmentally Responsible Behavior dalam Perspektif Manajemen Destinasi Berkelanjutan.”

Ujian tersebut didampingi oleh Prof. Dr. Iskandar AA, S.E., M.M. sebagai promotor, serta Dr. Andala Rama P. Barusman, S.E., M.A.Ec. sebagai ko-promotor I dan Dr. Habiburrahman, S.E., M.M., sebagai ko-promotor II. Tim penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A. dan Dr. Defrizal, S.E., M.M., sedangkan penguji eksternal adalah Prof. Dr. Mahrinasari MS, S.E., M.Sc. dan Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A.

Penelitian terhadap wisatawan snorkeling di kawasan Teluk Lampung menunjukkan bahwa perilaku pascakunjungan terbentuk melalui dua jalur utama. Pertama, dukungan terhadap destinasi berupa kesediaan untuk membagikan pengalaman positif dan memberikan rekomendasi. Kedua, kepedulian ekologis diwujudkan melalui perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dari kedua jalur tersebut, perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan ditemukan lebih dominan dalam mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan destinasi. “Loyalitas wisatawan tidak hanya dibentuk oleh pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga oleh nilai destinasi dan kesadaran bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian penting dari pengalaman berwisata,” kata Suhaimi.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., menilai penelitian tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Pengembangan destinasi tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan pengalaman berkualitas, meningkatkan kepedulian wisatawan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Yusuf.

Dalam disertasinya, Suhaimi menawarkan Dual Pathway Model, yaitu model pembentukan perilaku pascakunjungan melalui jalur dukungan terhadap destinasi dan kepedulian ekologis. Model ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah dan pengelola wisata dalam meningkatkan kualitas pengalaman, edukasi lingkungan, serta perlindungan ekosistem laut.

Direktur Pascasarjana UBL, Dr. Andala Rama P. Barusman, S.E., M.A.Ec., mengapresiasi capaian akademik Suhaimi serta relevansi penelitiannya bagi pembangunan daerah. “Selamat kepada Suhaimi yang menjadi lulusan doktor keempat dari Program Doktor Manajemen UBL. Kami berharap hasil penelitian ini tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menjadi rujukan dalam membangun pariwisata Lampung yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Andala.

Penelitian tersebut menegaskan bahwa pertumbuhan wisata snorkeling di Lampung perlu diarahkan tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga untuk menjaga kelestarian destinasi dalam jangka panjang. (***)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *