Bincang BKDZN seri 14, Dirjen Badilag MA RI mendaftar sebagai anggota BKDZN.

Jakarta,- (BN.Net) Komunitas Berani Keluar Dari Zona Nyaman (BKDZN) kembali menggelar Bincang seri 14 dengan tema “BKDZN mengajak WBK dan WBBM, Mau???” mengahadirkan narasumber Karyarini Fathonah (sekretaris PTA Yogyakarta) yang berbagi pengalaman satuan kerjnya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi pada tahun 2019 lalu. Kegiatan yang digelar melalui virtual zoom meeting ini juga disiarkan langsung di media social resmi BKDZN (youtube, Fn Facebook, dan instagram). Hadir memberi sambutan dalam acara tersebut Dr. Drs. H. Aco Nur, SH, MH. (Direktur Jenderal Badilag Mahkamah Agung RI).

Dalam sabutannya Aco Nur, menyampaikan terima kasih sudah diundang diforum yang luar biasa ini dan menyatakan bahwa sangat senang berkumpul dengan orang-orang hebat yang tentunya kita akan menjadi hebat karena kita terdorong untuk menyamai mereka, sebaliknya bila kita bersama orang yang kurang bagus, maka setidaknya kita pasti akan terpangaruh dengan watak dan sifatnya”. Aco Nur menambahkan bahwa Saya yakin anggota BKDZN ini mampu menjadi inspirasi untuk membawa peradilan menjadi organisasi profesional dan excellent untuk melayani masyarakat dengan baik dan Saya sudah 58 tahun, tapi belum pernah lihat organisasi yang tidak ada ketuanya, tapi mampu mengorganisir orang yang begitu banyak. Ini luar biasa, ini rahmat Allah, kemudian ia menyampaikan kepada seluruh audien bahwa Jika berkenan, izinkan saya bergabung di BKDZN ini, sebagai anggota biasa saja. Modal semangat yang dimiliki oleh anggota BKDZN patut ditiru oleh yang lain, karena ia mampu memberi dorongan dan semangat untuk menjadikan dirinya dan institusi tempatnya berkeja semakin baik.

Mengakhiri sambutannya, Aco Nur mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota BKDZN yang tersebar diseluruh pelosok Negara Republik Indonesia, bahkan ada juga yang diluar negeri atas upaya-upaya yang dilakukan untuk membangkitkan semangat perubahan, khususnya bagi anggota dari lingkungan Mahkamah Agung sangat membantu lembaga Mahkamah Agung terus maju. Intinya adalah Komunitas BKDZN mampu untuk mengeksploitasi semua potensi SDM di satkernya utk mencapai visi dan misinya.

BACA JUGA:  Mendag Zulhas Siap Tranformasikan Perdagangan

Sebelumnya, penggagas lahirnya komunitas BKDZN Arief Hidayat, menyampaikan bahwa BKDZN bukanlah organisasi struktural yang mempunyai ketua, tapi ini merupakan komunitas gerakan moral non profit untuk perubahan yang lebih baik, visinya adalah “menjadikan hidup lebih bermakna bagi semesta dengan selalu menyertakan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian misinya adalah mengimplementasikan nilai-nilai dasar selalu memberi, menerima, mengingatkan dan menguatkan. Selanjutnya Arief Hidayat menyampaikan beberapa kegiatan BKDZN yang telah dilakukan, yaitu : menginspirasi melalui bincang virtual seperti mala mini, BKDZN peduli yang sudah mendonasikan untuk kemanusiaan sebesar 26 juta ke Palestina, Berbagi sembako kepada saudara-saudara pengemudi Ojol, penyapu jalanan, dsb. Penerbitan buku-buku inspiratif, dan kegiatan lainnya. Arief Hidayat tetap berharap mari kita besarkan komunitas ini dengan semangat perubahan, tidak ada transaksaksional di BKDZN karena komunitas ini bukan komunitas mencari keuntungan.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 Wib ini berakhir pukul 22.30 dipandu oleh Hikmah selaku Host dan nara sumber Karyarini Fathonah. Karyarini Fathonah berbagi pengalaman saat proses pemangunan Zona Integritas di PTA Yogyakarta sampai akhirnya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), acara semakin menarik dalam sesi diskusi dengan nara sumber. (Red)