PLN Teluk Betung Lempar Masalah Keluhan Pelanggan Listrik ke Dinsos Lampung.

Bandar Lampung,- (BN.Net) Alih-alih mendapat jawaban atas keluhan pelanggan listrik yang tagihannya membludak, PLN Teluk Betung Bandar Lampung malah melempar persolan tersebut ke Dinas Sosial Provinsi Lampung.

Hal ini diketahui awak media saat berkunjung ke PLN Teluk Betung, guna mengkonfirmasi masalah tagihan listrik yang membludak dari seorang warga di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Hadizah.

“Persoalan itu berkaitan dengan data penerima subsidi yang ada di Dinas Sosial Provinsi Lampung. Silahkan tanyakan di sana,” ujar Manager PLN Teluk Betung, Beny, Jumat (14/1/2022).

Tidak ada kata lain, selain permintaan itu yang disampaikan ke awak media oleh Beny. Mengetahui hal itu awak media pun mendatangi kantor Dinas Sosial Provinsi Lampung di Jalan Basuki Rahmad Kecamatan Telukbetung Utara.

Namun sesampainya di kantor Disnsos Provisi Lampung, Petugas jaga Satpol PP Muntika mengatakan para pejabat saat ini sedang tidak ada di kantor.

“Pak Kadis sedang vaksinasi di Dinas Kesehatan, pejabat lainnya juga sedang tidak ada di kantor, jadi gak ada yang bisa untuk ditemui, telpon aja ke nomornya. ” Kata Muntika di halaman kantor Dinas Sosial.

Tak hanya itu, saat dikonfirmasi lebih jauh, Muntika menyampaikan, jika keberadaannya hanya sebatas petugas jaga.

“Saya hanya melayani tamu dan pengamanan disini, terkait pengaduan masyarakat saya gak tau, ” lanjutnya.

Namun, lebih lanjut saat awak media meminta untuk bertemu Humas, untuk menyampaikan persoalan keluhan masyarakat. Muntika mengatakan Humas juga tidak berada ditempat sedang makan siang.

“Humas lagi keluar makan siang, gak tau kapan kembalinya, disini kalo udah selesai biasanya keluar pada gak ada di kantor, ”

Lebih lanjut Muntika juga mengatakan tidak tahu pasti kapan Humas kembali kekantor. Saat itu jam menunjukan pukul 13.10 WIB.

BACA JUGA:  Bayi 8 Bulan penderita Atresia bilier Harapkan Batuan dari Pemerintah

Untuk diketahui bersama, secra fungsi. humas penting guna mengkonfirmasi terkait pelayanan terlebih sebagai gerbang pusat informasi di Instansi.

Terlebih saat ini, warga berharap mendapat kejelasan prihal subsidi listrik yang dinilai sepihak, seperti yang di ungkapkan warga pesawahan terkejut dengan beban tagihan listrik melonjak di situasi ekonomi sulit.

“Baru bulan ini pembayaran listrik mahal sampe Rp 300rb lebih, jauh sebelumnya kalo bayar listrik gak paling tinggi Rp 150rb,” ungkap Hadizah saat dikonformasi beberapa waktu lalu. (Why)