Canggate Pemenang Sayembara Desain Gerbang Unila

Bandarlampung,- (BN.Net) Desain gerbang yang memikat dari Tim Canggate dengan tema Langgam, Lenggang, Luhur, keluar sebagai pemenang dalam Sayembara Desain Gerbang Universitas Lampung (Unila). Ajang ini merupakan hasil kerja sama antara Unila dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Tim Canggate berasal dari Universitas Gadjah Mada dan terdiri dari lima orang dengan Dr. Eng. Ar. Alexander Rani Suryandono S.T., M.Arch., IAI sebagai ketua. Anggotanya meliputi Jundullah Salman Alfaruq, Naufal Mufid, Diena Aslama Scientifionisa, Kurniapramono, dan Zeka Oktaviana Putri.

Tarian cangget dipilih sebagai nama dari gerbang ini karena menjadi representasi bagi karakter generasi muda. Tim asal UGM ini melihat tarian Cangget sebagai bentuk perubahan dari fase kehidupan individu dalam tradisi masyarakat Lampung.

Oleh karena itu konsep ini diusung sebagai harapan bagi individu untuk berubah ke arah yang lebih baik. “Kami mengambil konsep Cangget sebagai simbol transformasi mahasiswa menuju individu yang lebih baik dalam proses perkuliahan mereka,” ujar Zeka Oktaviana Putri.

Tarian Cangget dipilih karena melambangkan karakter universal, adaptif, dan sarat makna piil pesenggiri, yang mencakup nilai-nilai penghormatan, sikap bijaksana, persatuan, keadilan, perlindungan, dan menjaga kehormatan.

Jundullah Salman saat menyampaikan presentasi menjelaskan tiga poin utama yang diwujudkan dalam desain gerbang Canggate. Pertama, “Unila as a Green Campus”. Lansekap gerbang ini nantinya dilengkapi dengan sistem drainase untuk mencegah genangan hujan, deretan pepohonan peneduh, serta jalur sepeda dan pejalan kaki yang mendorong mahasiswa untuk menjalani gaya hidup berkelanjutan dan peduli lingkungan.

Kedua, “Unila as a Place for Everyone”. Desain yang inklusif dengan jalur pedestrian lebar yang ramah difabel, dilengkapi dengan ramps dan guiding block menjadikan lingkungan Unila ramah dan terbuka bagi semua, tanpa memandang status.

BACA JUGA:  Menteri BUMN Kunjungan Kerja di Lampung, Tinjau Penanaman Bibit Jagung Non Subsidi.

Ketiga, “Unila as an Enjoyable Environment”. Menciptakan suasana unik dengan lansekap yang organik, keragaman vegetasi dan cahaya matahari langsung memberi kesan berbeda dari suasana kampus yang cenderung kaku dan formal. Bunga Bugenville yang akan diletakkan sebagai dekorasi menyelaraskan semangat “Unila berbunga, Bersih, Berbudaya, Penuh Kenangan”.

Dengan kombinasi konsep dari unsur estetika, ekologi, dan environment, Canggate berhasil memenangkan sayembara ini dengan total hadiah sebesar Rp25 juta. Hadiah tersebut diserahkan langsung Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Budi Sutomo.

Selain CANGGATE, beberapa desain lain juga meraih penghargaan, termasuk gerbang Blangan Sinagh sebagai Juara 2, gerbang The Tribelangan sebagai Juara 3, dan gerbang Triasitka Unila sebagai Juara Favorit.

Sayembara ini diharapkan dapat menghasilkan gerbang pintu masuk yang mencerminkan kampus peradaban dan mewujudkan visi Unila sebagai world class university di Provinsi Lampung. (*)