Tim Polinela Olah Limbah Bambu Jadi Media Baglog Jamur Tiram Dan Asap Cair Bambu

oleh -2,074 views

Bandarlampung, –  Tim pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan inovasi pemanfaatan limbah bambu untuk media baglog jamur tiram, dan bahan dasar pembuatan asap cair dan arang bambu. Inovasi ini dilakukan sebagai wujud pelaksanaan zero waste dalam mendukung pelestarian lingkungan.

 

“Limbah bambu digunakan sebagai media baglog jamur tiram dengan dicampur bahan serbuk gergaji, dedak, dan kapur. Pada prinsipnya cara pembuatan baglog limbah bambu sama dengan pembuatan baglog pada umumnya, yang membedakan hanya bahan dasarnya saja dan proses pasteurisasinya lebih lama,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Nanang Wahyu Prajaka, S.P., M.Biotech.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, selain dijadikan media baglog, limbah bambu juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan asap cair dan arang bambu dengan menggunakan metode pirolisis. Pengertian sederhana pirolisis adalah proses pembakaran bahan padatan untuk dirubah menjadi bahan cair dan arang dengan memanfaatkan pembakaran suhu tinggi tanpa adanya oksigen.

”Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah jamur untuk dijadikan baglog jamur tiram dan bahan dasar pembuatan asap cair dan arang. Selain itu juga untuk menambah diversitas produk yang dihasilkan oleh mitra yakni tidak hanya jamur segar tetapi olahan jamur tiram menjadi kripik jamur dan asap cair dan arang bambu yang sudah dikemas yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian,” ujar Nanang.

Ia menjelaskan, produk asap cair bambu dapat digunakan sebagai pestisida alami yang dapat dimanfaatkan dalam proses perawatan atau penyemprotan baglog jamur. Arang bambu dapat dimanfaatkan sebagai media tanam atau sebagai bahan bakar alternatif skala rumah tangga.

Tim pengabdian ini beranggotakan dosen yang terdiri dari Yeni, S.Si., M.Si. dan Fahri Ali, S.P., M.P., dan juga melibatkan mahasiswa yang terdiri dari Riyan Purnomo, Tri Sanjayani, Niza Ciartri Sabila, dan Derri Rafni Cahyadi. Tim pengabdian juga menggandeng dan melibatkan Mitra Petani Jamur Simbaringin.

Menurut Abdul Rokhman selaku Ketua Mitra Tani Jamur Simbaringin menuturkan, program pengandian ini sangat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Pasalnya, masyarakat menjadi tahu bahwa limbah bambu dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk.

”Karena ada dukungan sarana prasarana dan pelatihan dari tim pengabdian polinela ini, kami jadi tahu dan bisa praktik langsung membuat baglog dari limbah jamur dan yang terpenting juga bisa mengolah limbah bambu jadi asap cair dan arang dengan alat pirolisis,” ujar lelaki yang akrab disapa Rokhman ini.

Program pengabdian masyarakat ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dalam Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun pendanaan 2025. (**)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *