Polinela Luncurkan Digital English Camp di Pujodadi, Dorong Literasi Bahasa dan Teknologi Anak Desa

oleh -1,412 views

Pringsewu, – Tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Kreatif untuk Anak Sekolah Dasar melalui Digital English Camp” di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, langkah nyata Polinela dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan desa sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Fokus utama kegiatan adalah membangun kemampuan berbahasa Inggris anak-anak dan remaja melalui pendekatan kreatif dan berbasis teknologi digital.

Program ini dipimpin oleh Dian Windriani, S.S., M.Hum., dosen Polinela dari Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BISPRO) Politeknik Negeri Lampung, bersama tim dosen Retno Anggraini, S.Pd., M.A., dan Dewi Suryanti, M.A. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari program studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak dan BISPRO Polinela yang berperan sebagai pendamping literasi digital.

Ketua pelaksana, Dian Windriani, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya perguruan tinggi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di wilayah pedesaan. “Desa Pujodadi memiliki potensi besar di bidang sumber daya manusia, namun akses terhadap pendidikan berbasis teknologi masih terbatas. Melalui Digital English Camp, kami ingin memperkenalkan cara belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan, mudah diakses, dan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menyasar anak-anak sekolah dasar, tetapi juga memberdayakan kelompok remaja desa sebagai tutor lokal yang dilatih untuk menjadi fasilitator pembelajaran. “Kami membekali mereka dengan keterampilan mengajar, literasi digital, dan kepemimpinan agar kegiatan ini dapat terus berjalan secara mandiri setelah program selesai,” tambahnya.

Digital English Camp dilaksanakan di balai desa dan dirancang dengan konsep fun learning yang memadukan kegiatan edukatif dan rekreatif. Anak-anak diajak belajar Bahasa Inggris melalui games, lagu, storytelling, percakapan sederhana, serta aktivitas kreatif seperti menggambar dan membuat video pendek.

Peserta juga dikenalkan dengan aplikasi pembelajaran digital seperti Duolingo, Memrise, HelloTalk, Kahoot, dan Canva. Melalui aplikasi tersebut, mereka belajar kosakata, pelafalan, dan percakapan dalam format interaktif. Dengan memanfaatkan teknologi, anak-anak bisa belajar dengan cara yang lebih menarik. Mereka bukan hanya menghafal kata, tetapi berlatih berbicara dan mendengarkan secara langsung.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan kedelapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda desa memiliki keterampilan yang dapat membuka peluang kerja baru di bidang pendidikan dan ekonomi digital.

Kepala Pekon Pujodadi, Muhammad Samsir, S.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program Digital English Camp memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim Polinela yang telah hadir dan berbagi ilmu. Anak-anak di sini sangat antusias, dan kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025 ini tidak hanya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan literasi digital anak-anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan remaja desa sebagai fasilitator pembelajaran. Tim pengabdian turut menyediakan modul digital dan media interaktif yang dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat setelah program selesai.

Melalui program ini, Polinela berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam mewujudkan Asta Cita pembangunan nasional, yakni memperkuat kualitas sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (***)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *