Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung ( Unila ) menyelenggarakan ujian terbuka promosi doktor pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Aula K FKIP Unila.
Sidang promosi doktor dibuka Prof. Sunyono, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, sekaligus ketua Tim Penguji.
Turut hadir Prof. Hasan Hariri, S.Pd., MBA, Ph.D., sebagai Sekretaris Penguji; Albet Maydiantoro, M.Pd., sebagai Penguji Internal; Dina Maulina, M.Si., sebagai Penguji I; Caswita, M.Si., sebagai Penguji II; Prof. Dr. Sugeng Sutiarso, M.Pd., sebagai Promotor; serta Dr. Nurhanurawati, M.Pd., sebagai Ko-promotor. Hadir pula Dr. Mujib, M.Pd., sebagai Penguji Eksternal.
Pada kesempatan tersebut, Fredi memaparkan disertasi berjudul “Model Pembelajaran Berbasis Representasi Matematis untuk Meningkatkan Kemampuan Matematis Berdasarkan National Council of Teachers of Mathematics (NCTM).”
Disertasi ini dilatarbelakangi pentingnya kemampuan representasi matematis sebagai fondasi dalam pembelajaran. Namun kemampuan tersebut masih tergolong rendah sehingga berdampak pada lemahnya kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa.
“Representasi matematis sangat penting karena membantu siswa memahami dan mengomunikasikan konsep abstrak. Namun, kemampuan ini masih rendah, sehingga perlu model pembelajaran yang menempatkan representasi sebagai inti proses belajar,” ujarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berbasis representasi matematis yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa berdasarkan standar NCTM.
Sebagai upaya mencapai tujuan tersebut, dikembangkan model pembelajaran berbasis representasi matematis Direction, Exploration, Construction, Articulation, Deep Reflection, dan Extension (DECADE).
Model ini dirancang sebagai inovasi pembelajaran yang menempatkan representasi sebagai inti proses belajar, mengarahkan sekaligus siswa secara bertahap dalam memahami konsep matematika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DECADE memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan validitas isi sebesar 90 persen (kategori valid) dan validitas konstruk sebesar 91 persen (kategori sangat valid). Model ini dinilai memiliki landasan teori yang kuat, sintaksis yang konsisten, serta struktur yang koheren.
Selain itu, model DECADE tergolong praktis untuk diterapkan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model ini mudah dipahami oleh guru, mudah diimplementasikan di kelas, serta dapat dijalankan sesuai tahapan pembelajaran. Respon guru, siswa, dan pengamat juga menunjukkan penilaian positif terhadap kejelasan alur dan keterlibatan siswa.
Dari sisi keefektifan, model DECADE terbukti meningkatkan kemampuan matematis siswa secara signifikan. Kelas eksperimen menunjukkan hasil yang lebih unggul dibandingkan kelas kontrol, dengan peningkatan paling menonjol pada kemampuan representasi, komunikasi, dan penalaran matematis. Nilai peningkatan (N-Gain) berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa representasi matematis merupakan fondasi utama dalam pembelajaran. Kemampuan memvisualisasikan, menyimbolkan, dan mengomunikasikan ide secara sistematis mendorong berkembangnya kemampuan matematis lainnya.
Melalui penelitian ini, model DECADE diharapkan dapat diimplementasikan secara lebih luas sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan matematis sekaligus membentuk pola pikir siswa yang lebih terstruktur dan reflektif. [Magang_Yuki Azzahra/Nurma Safira]






