Dukung Smart Village, Polinela Hadirkan Bimbel Digital Berbasis Perkebunan di Menggala

oleh -992 views

Tulang Bawang,-  Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi BISPRO, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), sukses melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Smart Village Melalui Pembelajaran Literasi Digital Kontekstual Berbasis Potensi Perkebunan Menggala” di Bimbingan Belajar Islamiyah, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Sabtu (26/7/2026) dengan dukungan pendanaan DIPA Polinela 2026.

Kegiatan ini menyasar murid-murid sekolah dasar yang selama ini mengikuti bimbingan belajar secara konvensional, dengan mengintegrasikan potensi perkebunan lokal seperti karet, kelapa, dan komoditas hortikultura, ke dalam proses pembelajaran digital yang interaktif dan ramah anak.

Ubah Gawai Hiburan Jadi Media Belajar

Selama ini, anak-anak di Menggala telah akrab dengan gawai. Berdasarkan data yang dihimpun tim, sekitar 80 persen murid telah menggunakan telepon pintar dan 90 persen rumah tangga memiliki akses internet. Namun, pemanfaatan gawai masih didominasi untuk hiburan tanpa pendampingan konten edukatif.

Melalui program ini, tim Polinela memperkenalkan aplikasi Book Creator sebagai platform pembelajaran digital terpadu. Anak-anak diajak membaca teks digital, sekaligus mendengarkan audio edukatif, serta mengerjakan latihan interaktif yang seluruhnya dikemas dengan tema perkebunan dan lingkungan desa Menggala.

Anak-anak yang semula hanya membuka gawai untuk hiburan, kini diarahkan untuk memanfaatkannya sebagai sarana belajar yang produktif dan bermakna,” jelas Ani Novitasari, perwakilan tim Polinela ini.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para murid bimbingan belajar Islamiyah Menggala menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Mereka tampak bersemangat berinteraksi dengan konten digital edukatif berbasis visual, audio, dan cerita bergambar bertema perkebunan. Sentuhan, suara, dan gambar menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang selama ini belajar secara konvensional.

Pengelola Sampaikan Rasa Syukur 

Pengelola Bimbingan Belajar Islamiyah, Liani Sari, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terselenggaranya program ini.

“Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tim Polinela. Selama ini, bimbingan belajar kami masih menggunakan buku cetak dan metode tatap muka sederhana. Kini anak-anak bisa belajar dengan media digital yang menarik, aman, dan sesuai usia mereka. Yang paling penting, materinya dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari di lingkungan perkebunan,” ungkap Liani Sari.

Ia menambahkan bahwa seluruh konten digital, cetakan buku di aplikasi Book Creator yang telah dibuat serta beberapa alat pendukung pembelajaran ini seperti speaker, mic wireless, mini proyektor,  dan banner bersisi QR code untuk mengakses konten, telah diserahkan kepada pihaknya agar dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Kami juga mendapat pelatihan singkat membuat konten, sehingga ke depan akan mencoba belajar menambah koleksi bahan ajar digital sendiri tanpa bergantung pada pihak luar,” tambahnya.

Tim POLINELA juga mendorong keterlibatan orang tua murid agar kebiasaan belajar berbasis digital tidak berhenti di bimbingan belajar saja. Seluruh konten digital dapat diakses melalui tautan yang dibagikan, sehingga anak-anak dapat membuka kembali materi pembelajaran di rumah melalui gawai masing-masing.

Dukung SDGs dan Pembangunan dari Desa 

Kegiatan ini memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas dan Inklusif) serta SDG 9 (Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi untuk Pembangunan). Dari perspektif Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi, program ini mendukung IKU 3 melalui keterlibatan dosen dalam pemberdayaan masyarakat desa dan IKU 5 melalui pemanfaatan hasil pengabdian yang berdampak langsung bagi mitra. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita dalam penguatan sumber daya manusia dan pembangunan dari desa, serta relevan dengan fokus RIRN pada bidang pendidikan dan sosial humaniora berbasis inovasi pembelajaran.

Melalui implementasi ini, Bimbingan Belajar Islamiyah diharapkan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran desa yang mendukung terwujudnya konsep Smart Village di Menggala pada sektor pendidikan dasar. (Red)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *