MPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Sekretariat PWI Lampung, Hadirkan Dr. Almuzzammil Yusuf

oleh -1,774 views

Bandarlampung, –  Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar Sosialisasi Memperkokoh 4 Pilar MPR RI tentang Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PWI Provinsi Lampung, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Ketua DPW PKS Lampung yang saat ini menjadi Anggota DPRD Provinsi Lampung Ade Utami dan MPR RI, Dr. Almuzzammil Yusuf, M.Si. sebagai narasumber tunggal tersebut diikuti oleh ratusan wartawan anggota PWI Provinsi Lampung.

Dalam sambutan Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadi Kusumah, menyampaikan terima kasih kepada MPR RI yang telah memilih PWI Lampung sebagai lokasi sosialisasi.

“Memberikan kesempatan kepada para wartawan saat ini untuk bisa juga diberi pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang memang kami harus diingatkan lagi, bahwa tugas-tugas kami sebagai pers itu adalah bagian dari pelaksanaan Pancasila, pelaksanaan dari Undang-Undang Dasar 45, dan menjaga keutuhan perjalanan bangsa,” ujar Wirahadi.

Ia mengaku rindu dengan masa-masa di mana anggota MPR RI aktif turun memberikan pemahaman kebangsaan hingga ke daerah-daerah.

“Dulu anggota MPR RI rajin turun, sekarang sudah tidak ada lagi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus ada. Ibaratnya, kami wartawan ini perlu diruqyah Pancasila lagi agar sadar akan jati diri dan tanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Wirahadi menegaskan posisi pers sebagai pilar keempat demokrasi yang setara dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Saya berkali-kali menyampaikan ini di seluruh Provinsi Lampung, bahwa bagian dari empat pilar demokrasi itu ada eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers. Empat pilar ini harus kokoh. Ibu kita adalah Ibu Pertiwi, Bapaknya adalah NKRI, nasab kita sama. Karena itu pers harus menjaga Indonesia dan bekerja secara bertanggung jawab kepada publik,” tegasnya.

Wirahadi juga curhat mengenai kondisi pers nasional yang sedang tidak baik-baik saja di hadapan anggota MPR RI.

“Kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja, begitu juga kondisi pers. Kami di daerah bertahan hidup setengah mati, banyak media yang sudah tutup, di Jakarta pun sama. Kami bingung dengan kebijakan yang terkesan sentralisasi lagi. Padahal desentralisasi adalah esensi reformasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota MPR RI, Dr. Almuzzammil Yusuf, M.Si. dalam materinya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah program resmi MPR RI untuk memperkuat ideologi bangsa.

“Saya sengaja memilih PWI karena saya yakin, wartawan adalah garda terdepan penjaga ideologi bangsa. Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ini bukan hanya hafalan, tapi harus menjadi napas dalam kerja-kerja jurnalistik,” ujar Almuzzammil.

Menurutnya, tanpa pers yang merdeka dan berintegritas, demokrasi akan pincang.

“Jika eksekutif, legislatif, yudikatif bekerja, maka pers yang mengawasi dan memastikan semuanya berjalan di rel Pancasila dan UUD 1945. Hari ini tantangan kita berat, hoaks merajalela, polarisasi di media sosial. Wartawan harus menjadi penjernih, bukan pembuat keruh. Harus menjaga Indonesia, bukan merobek Indonesia,” tegasnya.

“Tadi Pak Wirahadi bilang butuh diruqyah Pancasila, saya setuju. Kita semua, termasuk saya di Senayan, perlu diruqyah Pancasila lagi. Agar kita kembali ingat, Ibu kita adalah Ibu Pertiwi, Bapak kita adalah NKRI,” pungkasnya.

Sosialisasi yang digelar MPR RI ini berlangsung interaktif dan diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional dan berlandaskan Pancasila. (Syah)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *