Dari Ruang Kuliah Menuju Dunia Bisnis, UBL Perkuat Ekosistem Talenta Bersama Pakar Belanda

oleh -2,826 views

Bandarlampung, – Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Pusat Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (PPIK) terus memperkuat wawasan global dan kompetensi kewirausahaan mahasiswa melalui International Studium Generale bertajuk “The Future of Business: Innovation, Strategy & Entrepreneurial Growth” yang menghadirkan pakar bisnis dari Programma Uitzending Managers (PUM) Netherlands, Prof. Frans G. Stel, Ph.D., di Aula Gedung F UBL, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi tersebut membahas perkembangan dunia bisnis, pentingnya inovasi, serta strategi menciptakan peluang usaha di tengah perubahan teknologi dan persaingan global. Melalui forum ini, mahasiswa diajak memahami bahwa peluang bisnis tidak selalu berawal dari gagasan besar, tetapi dapat muncul dari kemampuan mengidentifikasi persoalan dan menghadirkan solusi yang relevan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif yang diwarnai beragam pertanyaan, mulai dari strategi memulai usaha, menghadapi persaingan bisnis, mengembangkan inovasi, hingga mengatasi tantangan dalam membangun usaha. Frans menanggapi berbagai pertanyaan tersebut dengan memberikan perspektif praktis mengenai pentingnya memahami kebutuhan pasar, menguji gagasan, dan terus belajar dari pengalaman.

Dalam pemaparannya, Frans menekankan bahwa inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, melainkan bagaimana sebuah gagasan mampu memberikan nilai dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat. “Bisnis yang baik tidak selalu dimulai dari ide yang besar. Yang terpenting adalah kemampuan melihat masalah, memahami kebutuhan, dan menghadirkan solusi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Frans.

Menurutnya, keberhasilan membangun usaha tidak hanya ditentukan oleh kreativitas, tetapi juga keberanian mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus melakukan perbaikan.

“Jangan hanya berhenti pada perencanaan. Mulailah menguji ide, belajar dari respons pasar, dan terus melakukan perbaikan. Proses itulah yang akan membantu sebuah bisnis berkembang,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan tinggi. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak cukup hanya mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga harus membangun kemampuan menciptakan peluang dan memberikan solusi bagi masyarakat.

“Menjadi Entrepreneurial University bukan sekadar mengajarkan mahasiswa membuka usaha,” ujar Yusuf dalam pernyataannya terkait kolaborasi UBL dengan PUM Netherlands.

Ia menekankan bahwa pengembangan pola pikir kewirausahaan perlu didukung pembelajaran berbasis praktik, pengalaman nyata, serta pendampingan berkelanjutan agar mahasiswa mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

“Jiwa kewirausahaan harus dimiliki setiap lulusan, apa pun profesi yang mereka pilih,” tegasnya.

Kuliah umum internasional ini merupakan bagian dari penguatan kolaborasi PPIK UBL bersama PUM Netherlands melalui program PUM Expert Visit 2026. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengembangkan ekosistem inovasi dan kewirausahaan, meningkatkan kapasitas dosen sebagai business coach, serta memperkuat sistem pendampingan bisnis mahasiswa.

Inisiatif tersebut sekaligus mendukung pengembangan Talent and Career Ecosystem UBL yang mengintegrasikan pengenalan potensi diri, pembelajaran, pengalaman praktis, pengembangan kompetensi, hingga kesiapan karier mahasiswa.

Melalui pendekatan ini, UBL mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berpikir kreatif, beradaptasi dengan perubahan, menciptakan inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia usaha, industri, dan masyarakat. (***)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *