Lampung Utara,- (BN.Net) Rita Rosidi (42) tak pernah menyangka putrinya, Imelda yang baru berusia 15 tahun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Awalnya ia menduga Imelda hanya mengalami penyakit ringan seperti diare dan kram perut sehingga ia sangat terkejut saat dokter di puskesmas merujuk Imelda ke rumah sakit karena dicurigai menderita usus buntu.
“Imelda awalnya merasa nyeri di perut bagian bawah, dan akan bertambah sakit kalau perutnya di tekan. Kami akhirnya ke puskesmas supaya Imelda mendapatkan obat yang dibutuhkan, namun setelah di periksa oleh dokter katanya Imelda harus di rujuk ke rumah sakit karena dicurigai kena usus buntu dan harus dioperasi,” ujar Rita.
Mendengar kemungkinan putrinya harus menjalani operasi membuat Rita sangat khawatir. Tak menunggu lama ia segera membawa Imelda ke ke RSD Mayjend HM Ryacudu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Saya sudah pasrah seandainya Imelda harus di operasi demi kesembuhannya, tapi alhamdulillah setelah diperiksa secara menyeluruh oleh dokter katanya Imelda hanya mengidap infeksi usus dan tidak perlu operasi. Saya lega sekali. Sekarang sudah hari ke-3 Imelda di opname dan kondisinya sudah membaik,” lanjut Rita.
Warga Desa Banjar Wangi, Kotabumi ini mengaku lebih tenang dalam mendampingi proses pengobatan putrinya karena ia sekeluarga telah menjadi Peserta JKN segmen PBI APBD yang iurannya dijamin oleh pemerintah daerah.
“Untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan, makanya saya sangat bersyukur sudah menjadi Peserta JKN yang iurannya gratis karena ditanggung pemerintah. Pentingnya punya JKN akan sangat terasa di saat seperti ini. Coba seandainya kami tidak punya JKN, kami pasti harus pontang-panting mencari uang untuk membayar tagihan rumah sakit. Belum lagi biaya kontrol lanjutan yang harus dijalani oleh Imelda nantinya,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai kualitas layanan kesehatan, Rita mengaku tidak mendapat perlakuan diskriminasi dari tenaga kesehatan yang bertugas. Walaupun dirasa sudah cukup baik, Rita tetap berharap adanya peningkatan mutu misalnya perbaikan dari segi sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan.
“Saya sih berharap kalau bisa kedepannya sarana prasarana di rumah sakit akan lebih bagus demi kenyamanan pasien. Kalau dari pelayanan kesehatannya menurut saya sudah baik, saya tidak mengalami kendala sama sekali baik di puskemas ataupun rumah sakit,” aku Rita.
Mengenai maraknya kasus pasien menebus obat-obatan di luar rumah sakit, Rita berharap hal tersebut tidak terjadi lagi karena akan menyulitkan perekonomian keluarga khususnya dari kalangan yang kurang mampu.
“Saya harap seluruh obat-obatan akan dijamin oleh BPJS Kesehatan dan ketentuan ini dipatuhi oleh seluruh rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Pokoknya saya harap semuanya harus sesuai dengan prosedur, jangan ada yang mencurangi karena pasti akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak,” lanjutnya.
Sebagai penutup Rita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan Program JKN. Ia telah merasakan sendiri manfaat JKN yang nyata dan berharap program ini akan terus berkesinambungan demi melindungi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, (Rofiq)






