Bandarlampung, – Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengembangkan teknologi Early Warning System (EWS) banjir pada Sungai Way Kandis Hulu sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir di lingkungan kampus dan wilayah sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu membantu memberikan informasi lebih awal terkait potensi terjadinya banjir.
Sungai Way Kandis Hulu menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena alirannya melintasi wilayah Politeknik Negeri Lampung. Beberapa kejadian banjir akibat tingginya intensitas hujan menunjukkan bahwa peningkatan debit aliran sungai dapat memengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Hal tersebut menjadi dasar pentingnya pengembangan sistem peringatan dini yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah setempat.
Melalui penelitian ini, tim peneliti mengembangkan sistem peringatan dini banjir dengan memanfaatkan data curah hujan, kondisi sungai, pemodelan hidrologi dan hidraulika, serta pemetaan kerentanan banjir berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi banjir, wilayah terdampak, serta mendukung penyusunan strategi mitigasi yang lebih tepat.
Selain melakukan analisis kondisi banjir, penelitian ini juga mengembangkan alat penakar curah hujan yang dapat mendukung ketersediaan data hidrologi secara lokal. Data tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu komponen penting dalam membangun sistem peringatan dini yang lebih responsif terhadap perubahan kondisi cuaca dan aliran sungai.
Pengembangan teknologi ini tidak hanya berorientasi pada aspek penelitian, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat praktis bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Informasi yang dihasilkan dari sistem ini nantinya dapat menjadi pendukung dalam pengambilan keputusan, terutama dalam upaya mengurangi risiko dan dampak banjir.
Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, analisis kondisi hidrologi, pemodelan aliran sungai, pemetaan kerentanan banjir, pengembangan alat pendukung, hingga integrasi sistem peringatan dini. Luaran yang diharapkan berupa sistem Early Warning System (EWS) banjir, model hidrologi dan hidraulika, peta kerentanan banjir skala lokal, serta prototipe alat penakar curah hujan.
Melalui inovasi ini, Dosen Politeknik Negeri Lampung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi yang aplikatif untuk menjawab permasalahan lingkungan, khususnya dalam bidang mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya air. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kawasan yang lebih siap dan tanggap terhadap ancaman banjir di masa mendatang.
Penelitian ini terlaksana melalui dukungan pendanaan DIPA POLINELA Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen Politeknik Negeri Lampung dalam mendorong kegiatan penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. (Red)







