Dosen Polinela Melalui Penelitian DIPA Kembangkan Irigasi Tetes Oritali untuk Mendukung Komoditas Alpukat Bernilai Ekonomi

oleh -1,437 views

Lampung , –  Dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan inovasi teknologi pertanian melalui penelitian pengembangan irigasi tetes tipe oritali untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman frutikultura, khususnya alpukat (Persea americana) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati masyarakat.

Tanaman alpukat merupakan salah satu komoditas buah unggulan yang tidak hanya memiliki nilai jual yang menjanjikan, tetapi juga kaya manfaat bagi kesehatan. Kandungan nutrisi pada buah alpukat menjadikannya semakin diminati oleh masyarakat, sehingga pengembangan budidaya alpukat secara optimal menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan petani.

Melalui penelitian berjudul “Rancang Bangun Irigasi Tetes Tipe Oritali untuk Tanaman Frutikultura”, dosen Polinela mengembangkan teknologi irigasi hemat air yang sederhana, murah, berbahan lokal, serta mudah dalam pengoperasian dan perawatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan budidaya tanaman frutikultura di Indonesia yang sebagian besar masih bergantung pada curah hujan alami sehingga produktivitas tanaman belum optimal, terutama pada musim kemarau.

Teknologi irigasi tetes tipe oritali dirancang sebagai solusi penyediaan air yang lebih efisien bagi tanaman alpukat. Sistem ini menggunakan emitter yang dibuat dari komponen sederhana berupa pipa PVC, dop berdrat yang dilubangi, serta serabut tali nilon yang berfungsi mengatur keluarnya air secara perlahan menuju daerah perakaran tanaman.

Penelitian ini bertujuan untuk merancang jaringan irigasi tetes tipe oritali, menguji kinerjanya melalui pengukuran debit emitter, pembasahan tanah, kelembaban tanah, efisiensi penyaluran air, dan keseragaman distribusi air, serta menghasilkan panduan pembuatan dan aplikasi teknologi tersebut.

Pengembangan teknologi ini sangat relevan untuk tanaman alpukat karena kebutuhan air tanaman alpukat cukup tinggi. Berdasarkan kajian dalam proposal penelitian, kebutuhan air harian tanaman alpukat mencapai sekitar 136–220 liter per pohon per hari, sehingga diperlukan sistem irigasi yang mampu memberikan suplai air secara efektif dan efisien.

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan variasi panjang emitter 5 cm, 7,5 cm, dan 10 cm serta tekanan operasi 0,5 atm, 1 atm, dan 1,5 atm. Parameter yang dianalisis meliputi debit emitter, diameter pembasahan tanah, kelembaban tanah setelah pemberian air, efisiensi penyaluran, dan efisiensi keseragaman distribusi air.

Keunggulan irigasi tetes tipe oritali adalah dapat dioperasikan pada tekanan rendah hingga tinggi sesuai kebutuhan tanaman serta memiliki sistem emitter yang mudah dibersihkan apabila terjadi penyumbatan. Hal ini menjadikan teknologi tersebut lebih praktis dan berpotensi diterapkan oleh petani tanaman buah.

Penelitian ini dilaksanakan melalui pendanaan DIPA Politeknik Negeri Lampung Tahun 2026 dengan target menghasilkan teknologi irigasi tetes tipe oritali yang memiliki kinerja baik untuk mendukung budidaya tanaman frutikultura, termasuk alpukat. Luaran penelitian yang diharapkan meliputi publikasi media massa online, video pelaksanaan penelitian, artikel ilmiah pada seminar nasional, serta publikasi pada jurnal terindeks SINTA.

Melalui penelitian DIPA Polinela 2026 ini, inovasi irigasi tetes tipe oritali diharapkan mampu menjadi solusi pertanian berkelanjutan yang membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan air, menjaga produktivitas tanaman alpukat, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas buah unggulan Indonesia. (Red)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *