Dosen Unila Tawarkan Model Pentahelix Edupreneurship untuk Perkuat Keterampilan Wirausaha Mahasiswa

oleh -1,784 views

Bandar Lampung, – Dosen Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung (Unila), Widya Hestiningtyas, menawarkan Model Pentahelix Edupreneurship sebagai inovasi pembelajaran untuk memperkuat keterampilan berwirausaha mahasiswa. Gagasan tersebut menjadi fokus disertasinya yang dipertahankan dalam ujian promosi doktor di Aula K FKIP Unila pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 08.30 WIB.

Ujian promosi doktor tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Sunyono. M.Si,. Adapun tim pembimbing terdiri atas Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd. sebagai Promotor dan Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd. sebagai Kopromotor.

Widya menjelaskan bahwa pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam menjembatani penguasaan teori dengan kebutuhan praktik di dunia usaha dan industri. Padahal, lulusan saat ini dituntut tidak hanya memahami konsep kewirausahaan, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang, berinovasi, membangun jejaring, dan mengelola usaha secara nyata.

Melalui penelitian ini, Widya mengembangkan Model Pentahelix Edupreneurship yang mendorong mahasiswa belajar melalui pengalaman langsung, kolaborasi, dan keterlibatan aktor pentahelix (akademisi,pemerintah,bisnis, komunitas dan media). Model tersebut dirancang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, aplikatif, dan dekat dengan realitas dunia usaha.

Penelitian ini menghasilkan tiga kebaruan utama. Pertama, integrasi teori Social Constructivism, Connectivism, dan Experiential Learning yang menekankan bahwa keterampilan berwirausaha tidak sebatas dipahami, namun harus dialami. Kedua, pengembangan pendekatan pentahelix dari ekosistem bisnis menjadi ekosistem pembelajaran kewirausahaan. Ketiga, lahirnya Model Pentahelix Edupreneurship yang dirancang secara sistematis untuk diterapkan di perguruan tinggi.

Menurut Widya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Karena itu, pendidikan kewirausahaan perlu diarahkan pada pengembangan kompetensi yang mendorong mahasiswa menjadi pelaku usaha sejak masih menempuh pendidikan.

Model yang dikembangkannya diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi dalam merancang pembelajaran kewirausahaan yang lebih efektif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Selain itu, implementasi model ini berpotensi memperkuat ekosistem kewirausahaan di kampus serta mendukung lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing. (**)

Tentang Penulis: BeritaNatural.net

Gambar Gravatar
Akurat, Berimbang & Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *